Home » Berita » Tangisan di Bibir Pantai Kota Jogo: Kepanikan Saat Gempa Menghentikan Kegiatan Pramuka

Tangisan di Bibir Pantai Kota Jogo: Kepanikan Saat Gempa Menghentikan Kegiatan Pramuka

Redaksi 21 Aug 2026 101

NAGEKEO, vokalpublika.com— Kegiatan Pramuka yang diikuti ratusan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, berubah menjadi kepanikan dan tangisan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan pesisir Kota Jogo,Desa Anakoli,kecamatan Wowlowae,Kabupaten Nagekeo.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Kegiatan tersebut diikuti lima sekolah dasar, yakni SDN Kuru, SDK Watuapi, SDN Anakoli, SDK Ratedao dan SDN Nipado, serta SMP Satap Anakoli. Jumlah peserta diperkirakan mencapai 356 siswa, bersama kepala sekolah, guru, pembina Pramuka dan Mabigus.
Pagi itu, sekitar pukul 06.00 WITA, para peserta tengah mempersiapkan sarapan sebelum melanjutkan rangkaian kegiatan.

Para guru dan pembina sibuk menyiapkan nasi, sayur serta lauk di masing-masing tempat perkemahan. Terdapat sekitar 11 tenda atau beskem yang digunakan selama kegiatan berlangsung.
Namun, suasana pagi yang semula dipenuhi keceriaan mendadak berubah menjadi kepanikan.

Salah seorang guru, Maria Droste Wena Muku, saat ditemui media ini, Jumat (21/8/2026), menceritakan detik-detik mencekam tersebut.
Menurut Maria, gempa tiba-tiba mengguncang dengan sangat kuat. Dalam hitungan detik, ratusan peserta berhamburan meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.

Baca juga:  Kantor Pertanahan Dairi Lakukan Cek Lapang Tower PLN, Pastikan Kepastian Hukum dan Pengamanan Aset Negara

Tak ada lagi yang memikirkan perlengkapan, makanan maupun barang-barang yang ditinggalkan. Yang ada dalam pikiran mereka hanya satu, yakni menyelamatkan nyawa.

Situasi semakin mencekam karena lokasi kegiatan hanya memiliki satu akses keluar yang berjarak sekitar 10 meter dari bibir pantai. Di sisi kiri dan kanan jalan terdapat pagar kawat besi yang menyulitkan peserta untuk segera keluar dari lokasi.

Dalam kepanikan, sejumlah anak terjatuh dan terinjak peserta lainnya. Sebagian bahkan nekat menerobos pagar kawat dan membukanya dengan tangan kosong.

Luka dan darah tak lagi menjadi perhatian. Mereka terus berusaha berlari mencari tempat yang lebih aman.

Sekitar 10 menit kemudian, situasi semakin menegangkan. Air laut mulai naik dan menerjang kawasan tersebut dengan ketinggian yang diperkirakan mencapai 1,5 meter.
Jeritan anak-anak bercampur dengan tangisan orang tua dan keluarga yang panik mencari keberadaan anak-anak mereka.

Di tengah situasi tersebut, seorang guru berusaha mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi para siswa. Ia menggunakan sepeda motor untuk mengangkut anak-anak menjauh dari kawasan yang mulai diterjang air.

Baca juga:  PCNU Maros Gelar Pendidikan Dasar PKPNU, Siapkan Kader Penggerak Berkomitmen Tinggi

Dalam satu kali perjalanan, bahkan hingga tujuh anak diangkut sekaligus. Tidak ada waktu untuk memikirkan bagaimana mereka duduk di atas kendaraan. Bagi sang guru, keselamatan anak-anak menjadi prioritas utama.

Saat melakukan perjalanan untuk menjemput korban untuk ketiga kalinya, guru tersebut bahkan terjatuh dari sepeda motor. Namun, rasa sakit tidak membuatnya berhenti. Ia kembali bangkit dan melanjutkan perjalanan untuk mencari serta menyelamatkan anak-anak lainnya.

Sementara itu, air laut terus meninggi.

Guru, pembina Pramuka dan warga kemudian bersama-sama melakukan pencarian terhadap siswa yang belum diketahui keberadaannya. Hampir satu jam mereka mencari dalam suasana penuh kecemasan dan ketakutan.
Hingga akhirnya, kabar yang sedikit melegakan datang.

Para siswa yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya ternyata telah berhasil mencapai tempat yang lebih aman, yakni sebuah bukit yang jauh dari Kampung Anakoli.

Tangisan pun pecah.

Bukan hanya anak-anak, tetapi juga para guru, orang tua dan warga yang sejak tadi diliputi kecemasan.
Hari itu, kegiatan Pramuka yang seharusnya dipenuhi tawa, permainan dan kebersamaan berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup.

Baca juga:  Dinilai Berhasil Wujudkan Pemalang Aman dan Pro Investasi, Anom Widiyantoro Raih Satria Leader Award 2025

Sekitar 20 orang dilaporkan mengalami luka ringan, di antaranya akibat terjatuh, terkena pagar kawat serta terseret arus air laut. Selain itu, dua kendaraan roda dua mengalami kerusakan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kegiatan Pramuka akhirnya dibubarkan dan seluruh peserta diarahkan untuk meninggalkan lokasi.

Bagi ratusan anak yang berada di Kota Jogo pagi itu, pengalaman tersebut kemungkinan akan menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

Di tengah kepanikan, mereka menyaksikan bagaimana para guru dan pembina tidak hanya menjalankan tugas sebagai pendidik, tetapi juga tampil sebagai pelindung dan penyelamat.
Di antara guncangan gempa, derasnya air laut, jeritan dan tangisan, tersisa satu hal yang paling disyukuri: seluruh anak berhasil diselamatkan.

Mereka pulang membawa luka dan trauma, tetapi masih diberi kesempatan untuk kembali memeluk keluarga dan orang-orang yang mereka cintai.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
​Optimalkan Sensus Ekonomi 2026, Pemcam Pemalang Gelar Rakor Lintassektoral

Alwi Assagaf

21 Aug 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Pemalang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) Tingkat Kecamatan di Pendopo Kecamatan Pemalang, Jumat (21/8/2026). ADVERTISEMENT ​Rapat yang dipimpin langsung oleh Camat Pemalang, Prasetyo Widiatmoko, S.IP., tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi guna memfasilitasi pendataan ekonomi di wilayah Kecamatan Pemalang agar berjalan lancar …

12 Titik Perbaikan Jalan Rampung, BP Batam Kebut Penanganan Ruas Prioritas

Redaksi

21 Aug 2026

BATAM, vokalpublika.com— Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mempercepat penanganan infrastruktur jalan di sejumlah kawasan. Hingga 3 Agustus 2026, sebanyak 12 dari total 19 pekerjaan perbaikan jalan dilaporkan telah rampung 100 persen. ADVERTISEMENT Salah satu pekerjaan yang telah diselesaikan berada di Jalan Gajah Mada, kawasan Tiban, yakni pada segmen depan Southlink dan titik dekat Jembatan Sei …

Aktivitas PETI di Sanggau Kembali Marak, Bergeser ke Sungai Bandung, ASWIN Desak Polsek Bergerak

Redaksi

21 Aug 2026

SANGGAU, KALBAR, vokalpublika.com— Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sanggau kembali menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan Tim Monitoring DPD Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kalimantan Barat, aktivitas PETI yang sebelumnya terpantau di sejumlah titik kini disebut telah bergeser ke kawasan Sungai Bandung, di area yang disebut berada di sekitar wilayah PT ERNA. ADVERTISEMENT Perpindahan lokasi …

Pemcam Pulosari Gelar Rakor Dukung Kelancaran Sensus Ekonomi 2026

Alwi Assagaf

21 Aug 2026

Pemalang, Vokalpiblika.com – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Pulosari memimpin langkah strategis dalam mengawal kelancaran pendataan daerah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Kantor Kecamatan Pulosari, Jumat (21/8/2026). ADVERTISEMENT ​Sebagai fasilitator utama di tingkat wilayah, Pemcam Pulosari mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terkait guna memperkuat sinergi dan menyelaraskan langkah pendataan di lapangan. …

Proyek Penguatan Tebing Jl. Kebangkitan Nasional Disorot, Kualitas dan Kuantitas Dipertanyakan, Tim Monitoring ASWIN Minta Hasil Akhir Dievaluasi

Redaksi

21 Aug 2026

PONTIANAK, vokalpublika.com— Pelaksanaan proyek penguatan tebing dan peningkatan kualitas jalan di Jl. Kebangkitan Nasional, Gang Batas 3, RT 001/RW 025, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat, mendapat sorotan. Tim Monitoring DPD Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kalimantan Barat bersama sejumlah awak media mempertanyakan aspek kualitas dan kuantitas pekerjaan, serta meminta hasil akhir proyek dievaluasi …

Kampung Moderasi Beragama Peringati HUT RI Ke 81, dengan Doa Bersama dan Pemotongan Tumpeng.

Redaksi

21 Aug 2026

Probolinggo,-Vokalpublika.com,-Rasa syukur dan kebersamaan menyatu dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81, yang dirangkai dengan kegiatan Pemantapan Kampung Moderasi Beragama, di RT 01 dan RT 02 lingkup RW 12 Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan, Rabu 19 Agustus 2026 malam. ADVERTISEMENT Acara ini berlangsung khidmat, yang dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x