Home » Berita » Self Love atau Selfish? Batas Tipis yang Sering Terlewatkan

Self Love atau Selfish? Batas Tipis yang Sering Terlewatkan

Redaksi 28 Sep 2025 942

Oleh: Ermelinda Noh Wea

Vokalpublika.com – Di era modern ini, istilah self love (cinta diri) begitu populer di kalangan generasi muda. Kita sering mendengar pesan seperti, Cintai dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain, atau Jangan merasa bersalah untuk mengatakan tidak ketika kamu membutuhkan waktu untuk diri sendiri. Self love menjadi mantra hidup yang memberi kita kebebasan untuk menetapkan batasan dan merawat kesehatan mental.

Namun, dalam keramaian pesan ini, ada satu hal yang sering terlewatkan apakah kita benar-benar sedang mencintai diri sendiri dengan sehat, atau justru membenarkan perilaku egois dengan dalih self love?

Self love konsep yang membebaskan, sebelum kita melangkah lebih jauh, mari kita pahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan self love yang sesungguhnya. Cinta diri adalah tentang mengakui nilai diri, menghargai kekurangan dan kelebihan, serta merawat diri secara fisik dan emosional. Ini adalah konsep yang mendorong kita untuk menjaga kesejahteraan pribadi tanpa merasa bersalah atau takut dihakimi.

Beberapa aspek penting dalam self love yang sehat antara lain

  • Penerimaan diri, belajar untuk menerima diri kita apa adanya, tanpa merasa harus memenuhi standar orang lain.
  • Menetapkan batasan yang sehat, mengatakan tidak ketika diperlukan dan menghindari hubungan atau situasi yang merugikan diri.
  • Meluangkan waktu untuk diri sendiri, memberikan ruang untuk relaksasi, melakukan hal-hal yang menyenangkan, atau sekedar beristirahat dari rutinitas.
  • Penyembuhan emosional, mengambil waktu untuk menyembuhkan luka emosional atau mental, baik melalui meditasi, terapi, atau cara lain yang mendukung kesehatan mental.

Self love yang sejati adalah tentang merawat diri dengan cara yang positif, memberikan diri kita apa yang kita butuhkan untuk tumbuh dan berkembang dengan cara yang seimbang, tanpa harus merugikan orang lain.

Ketika self love menjadi selfish, namun, seiring berjalannya waktu, ada fenomena yang patut dicermati. Kadang-kadang, konsep self love ini bisa disalahartikan atau bahkan diselewengkan menjadi alasan untuk bertindak egois. Ketika seseorang menganggap bahwa mencintai diri sendiri berarti bebas dari segala kewajiban, tanggung jawab, dan hubungan sosial, maka kita mulai memasuki wilayah selfish (egois).

Baca juga:  Pemerhati Sosial dan Budaya Andi Rustono : Satpol PP Pemalang Sikat Prostitusi Jangan Tanggung, Termasuk Yang Melalui Platform Daring

Apa bedanya?

  • Self love, mencintai diri tanpa merugikan orang lain. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa kita memiliki nilai dan hak untuk menjaga diri sendiri, tetapi tetap mempertimbangkan orang di sekitar kita.
  • Selfish fokus hanya pada kepentingan pribadi tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap orang lain. Ini adalah bentuk cinta diri yang berlebihan, di mana orang mulai mengorbankan relasi, tanggung jawab, atau empati demi kenyamanan pribadi.

Contoh nyata dari selfish yang dibungkus dengan self love misalnya Ketika seseorang menghindari tanggung jawab karena merasa lelah atau stres, tetapi tidak memberikan penjelasan atau komunikasi yang jelas kepada orang lain yang terlibat. Atau, seseorang yang memilih untuk tidak mendengarkan atau membantu teman yang membutuhkan, karena merasa dirinya lebih penting.

Pada akhirnya, selfish bukan lagi tentang menjaga keseimbangan hidup, melainkan menempatkan diri sendiri sebagai satu-satunya prioritas tanpa memperdulikan dampaknya terhadap orang lain.

Batas tipis yang sulit terlihat, mengapa banyak orang terjebak dalam kesalahan antara self love dan selfish? Jawabannya ada pada betapa tipisnya batas antara keduanya. Pada dasarnya, keduanya mengutamakan diri sendiri, namun dengan cara yang berbeda. Self love tetap menganggap bahwa kita adalah bagian dari masyarakat, bahwa kita terhubung dengan orang lain, dan bahwa kebaikan kita tidak terlepas dari kebaikan orang di sekitar kita. Sementara itu, selfish adalah pandangan yang sempit, yang memisahkan diri dari komunitas dan hubungan sosial.
Batasan yang tipis ini seringkali tidak terlihat, karena banyak orang merasa bahwa mereka berhak untuk menjaga diri mereka tanpa memahami bahwa keseimbangan itu penting. Misalnya, saat kita merasa tertekan, mungkin kita memutuskan untuk tidak menjawab pesan atau menghindari pertemuan sosial, perbuatan silent treatment, namun, jika ini dilakukan terus-menerus tanpa ada usaha untuk menjelaskan atau berkomunikasi dengan orang lain, kita mulai memasuki zona selfish.

Baca juga:  Aksi Meluas, Massa Bentrok dengan Aparat di Palmerah

Ada banyak kasus di mana seseorang merasa sangat berhak untuk menjaga diri tanpa mempertimbangkan perasaan atau kebutuhan orang lain. Ini sering terjadi dalam hubungan pribadi, seperti hubungan pertemanan atau asmara, di mana seseorang merasa bahwa self care berarti menghindari segala bentuk interaksi, bahkan jika itu melibatkan orang-orang yang peduli pada mereka.

Tanda-tanda saat kita menyimpang ke selfish, kadang-kadang kita tidak menyadari bahwa kita telah melangkah terlalu jauh dan mulai membenarkan perilaku egois. Berikut beberapa tanda yang bisa membantu kita mengidentifikasi apakah kita benar-benar sedang mencintai diri dengan sehat atau justru berperilaku egois.

  1. Kamu menghindari tanggung jawab dengan alasan kesehatan mental.
    Memiliki waktu untuk diri sendiri adalah hal yang baik, tetapi menghindari tanggung jawab yang sudah disepakati sebelumnya dengan alasan “mental health” bisa menjadi tanda bahwa kita tidak menghargai komitmen kita terhadap orang lain.
  2. Kamu tidak mempertimbangkan perasaan orang lain.
    Self love bukan berarti kamu bisa melupakan perasaan orang lain. Jika kita sering memutuskan untuk melakukan sesuatu tanpa memperhatikan dampaknya terhadap orang lain, bisa jadi kita lebih egois daripada yang kita sadari.
  3. Kamu tidak berusaha untuk memperbaiki hubungan atau menyelesaikan masalah.
    Ketika kita terus menerus menggunakan alasan “healing” untuk menghindari percakapan atau menyelesaikan konflik yang penting, kita mungkin sedang melarikan diri dari kenyataan, bukan berusaha untuk tumbuh.
  4. Kamu merasa tidak perlu memberi atau menerima kompromi.
    Dalam hubungan apapun, baik itu pertemanan, keluarga, atau asmara, self love yang sehat melibatkan kompromi dan komunikasi. Jika kamu merasa bahwa hubungan hanya berjalan dengan cara kamu, maka kamu mungkin sedang menjadi lebih selfish daripada yang kamu kira.

Mengembalikan keseimbangan self love yang sehat, lantas, bagaimana kita bisa menjaga keseimbangan antara self love dan selfish? Kuncinya ada pada refleksi diri yang jujur dan komunikasi yang jelas dengan orang di sekitar kita. Menghargai diri kita sendiri haruslah seiring dengan menghargai orang lain, karena pada akhirnya, kita semua terhubung dalam jaringan sosial yang saling mendukung.

Baca juga:  Ultimate Friends Resmikan Cabang Batam untuk Memberdayakan Pemuda Melawan Narkoba

Berikut beberapa langkah untuk memastikan kita tetap berada pada jalur yang benar.

  1. Pahami kebutuhan diri tanpa mengorbankan orang lain.
    Mengambil waktu untuk diri sendiri sangat penting, tetapi pastikan untuk memberi penjelasan kepada orang-orang terdekat dan memberi mereka ruang untuk memahami keputusan kita.
  2. Kembangkan empati dan komunikasi.
    Self love yang sehat mencakup kemampuan untuk mendengarkan orang lain, memahami perspektif mereka, dan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan sosial.
  3. Refleksi diri secara berkala.
    Luangkan waktu untuk bertanya pada diri sendiri apakah keputusan yang kita ambil benar-benar berdasarkan kebutuhan diri yang sehat atau hanya karena keinginan untuk menghindari tanggung jawab.

Cinta diri yang tidak merugikan orang lain. Self love adalah bagian penting dari perjalanan kita menuju kesejahteraan mental dan emosional, tetapi itu bukan alasan untuk menjadi egois. Cinta diri yang sejati bukan hanya tentang menjaga diri, tetapi juga tentang menjaga hubungan kita dengan orang lain dan berkontribusi positif pada dunia di sekitar kita.
Kita semua berhak untuk mencintai diri sendiri, tetapi kita juga harus ingat bahwa mencintai diri sendiri dengan cara yang benar tidak pernah berarti melukai orang lain. Self love yang sehat akan membuat kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mampu berempati. Itulah esensi dari mencintai diri bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk orang-orang yang ada di sekitar kita.

Penulis adalah Ketua Pemuda Katolik Nagekeo dan Ketua Pokja I PKK Kecamatan Aesesa. Saat ini, penulis menjabat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Nagekeo dan menetap di Kabupaten Nagekeo.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Tags :
Related post
Projo Salurkan Kurma, Takjil dan Sembako untuk Jamaah Masjid di Bulan Ramadhan

admin

09 Mar 2026

Karimun, Vokalpublika.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh relawan Projo. Pada Senin, 9 Maret 2026, jajaran DPD Projo Kepulauan Riau bersama DPC Projo Karimun melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian kurma, takjil, serta paket sembako kepada masyarakat dan jamaah masjid di sejumlah titik di Kabupaten Karimun. Salah satu lokasi utama kegiatan tersebut …

Tanpa Migas Batam Tetap Tancap Gas: Ekonomi Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional

Redaksi

09 Mar 2026

Batam, vokalpublika.com— Perekonomian Kota Batam menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Tanpa bergantung pada sektor minyak dan gas, Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau …

Merasa Disudutkan, Gafur dan Mazlan Beri Penjelasan Terkait Pemberitaan Dana Hantu

Redaksi

09 Mar 2026

Meranti,vokalpublika.com – terkait pemberitaan disalah satu Portal Media Online yang terkesan menyudutkan 2 (Dua) Pejabat di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan judul “MISTERI “DANA HANTU” 854 JUTA SEKWAN MERANTI: MAZLAN & GAPUR SALING TUDUH, GOHUKRIM TELUSURI DOKUMEN SPPD DAN BELANJA OPERASIONAL TA 2024” ini langsung direspon dengan cepat oleh yang bersangkutan. Pemberitaan dinilai tidak professional dan …

Dharma Wanita Kecamatan Pemalang Bagikan 200 Takjil di Depan Kantor Kecamatan, Wujud Kepedulian Ramadan

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Lalu lintas di depan Kantor Kecamatan Pemalang pada Minggu sore tampak sedikit melambat. Beberapa pengendara yang melintas dihentikan sejenak oleh ibu-ibu Dharma Wanita yang berdiri di tepi jalan.Bukan razia, melainkan aksi berbagi takjil untuk mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Sekitar 200 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan …

Aliansi Wartawan Pantura Bersatu Gelar HPN dan Buka Puasa Bersama Anak – Anak Istimewa di Pendopo Kecamatan Pemalang

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) menggelar kegiatan santunan anak yatim dan piatu serta buka puasa bersama di Pendopo Kecamatan Pemalang, Minggu (8/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta insan pers Kabupaten Pemalang. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 27 anak yatim dan piatu menerima santunan serta bingkisan secara simbolis dari panitia AWPB. …

Pesan Imam Subiyanto Dalam Acara HPN Yang Digelar Oleh Aliansi Wartawan Pantura Bersatu: Jurnalis Harus Punya Kepekaan Sosial dan Profesional

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) menggelar kegiatan santunan berbagi ceria kepada adek – adek istimewa di Pendopo Kecamatan Pemalang, Minggu (8/3/2026) sore. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Pemalang (Camat, …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x