Home » Berita » Proyek Banprov di Desa Danasari Diduga Ada Praktik Jual Beli Sehingga Tak Sesuai Kaidah Teknis, Warga : Anggaran Rp. 100 Juta Kok Aspalnya Tipis

Proyek Banprov di Desa Danasari Diduga Ada Praktik Jual Beli Sehingga Tak Sesuai Kaidah Teknis, Warga : Anggaran Rp. 100 Juta Kok Aspalnya Tipis

Alwi Assagaf 17 Nov 2025 364

Pemalang, Vokalpublika.com – Proyek rehabilitasi jalan aspal di Desa Danasari, Kecamatan Pemalang, kini menjadi sorotan tajam publik. Bukan tanpa alasan. Proyek senilai Rp100 juta itu hanya mencantumkan volume P: 260 m x L: 3 m x T: 0,02 m—ketebalan 2 cm, atau setipis kartu ATM. Angka ini disebut para ahli tidak masuk akal jika benar dikategorikan sebagai rehabilitasi jalan.

Papan proyek yang terpasang di lokasi menunjukkan kegiatan “Pembangunan/Rehabilitasi Jalan Aspal” menggunakan dana Banprov Jawa Tengah Tahun Anggaran 2025, dengan pelaksana TPK Desa Danasari. Namun setelah volume pekerjaan dibaca, banyak pihak mulai mempertanyakan kecocokan antara nilai anggaran, ketebalan pekerjaan, dan standar teknis rehabilitasi jalan nasional.

Ahli Teknik: “Rehabilitasi Kok Cuma 2 Cm? Itu Mah Perawatan Ringan, Bukan Perbaikan Jalan!”

Mengacu pada standar teknik konstruksi jalan, metode rehabilitasi harus menyesuaikan tingkat kerusakan. Untuk luas sekitar 1.200 m², metode yang dianggap paling ideal adalah overlay dengan ketebalan minimal 5 cm.

Lalu berapa kebutuhan material idealnya?

Volume hotmix: ±60 m³

Berat total hotmix: ±138 ton

Aspal murni: ±6,9 ton

Agregat & filler: ±131 ton

Jumlah tersebut jauh dari volume pekerjaan yang hanya menyediakan ketebalan 2 cm. Seorang praktisi teknik yang dimintai pendapat bahkan menyebut volume itu sebagai anomali lapangan.

Baca juga:  Polres Lampung Barat Sigap, Turunkan Puluhan Personel Bantu Warga Suoh Pasca Banjir Bandang

“Rehab jalan 2 cm itu bukan rehab, itu cuma dandan kilat. Ketebalan segitu hanya cocok buat retouch, bukan perbaikan,” tegasnya pedas.

Warga Curiga: ‘Rp100 Juta tapi Aspalnya Tipis? Jangan-jangan…’

Di lokasi proyek, warga mulai menyuarakan kegelisahan. Sejumlah pengendara yang melintas mempertanyakan wajar tidaknya nilai proyek dengan ketebalan setipis itu.

“Seratus juta tapi cuma 2 cm? Kita sebagai warga ya curiga. Jangan sampai proyek ini tipis di lapangan tapi tebal di anggaran,” ungkap salah satu warga.

Mereka khawatir jalan hasil rehabilitasi akan cepat rusak, apalagi jalan desa tersebut sering dilewati kendaraan harian dengan beban bervariasi.

Standar Nasional Tidak Mendukung Ketebalan Mini 2 Cm

Sebagai pembanding:

Lapis aus (AC-WC) saja standar minimalnya 3–4 cm

Rehabilitasi penuh (overlay) idealnya 5–7 cm

Artinya, ketebalan 2 cm yang tertulis pada papan proyek bahkan belum memenuhi syarat lapis aus standar, apalagi disebut sebagai rehabilitasi.

Beberapa risiko jika tetap dikerjakan setipis itu:

Mudah retak dan mengelupas

Baca juga:  NASIB Wahyudin Anggota DPRD Pamer Jalan Bareng Selingkuhan Pakai Uang Negara, Kini Minta Maaf

Tidak kuat menahan beban harian

Umur jalan pendek

Potensi kerusakan dini dalam hitungan bulan

Publik Mendesak Transparansi: “Jangan Sampai Ada Material Hilang di Atas Kertas!”

Karena proyek ini menggunakan dana Banprov, masyarakat berharap:

Ketebalan real harus sesuai

Hotmix benar-benar berkualitas

Pemadatan dilakukan secara profesional

Volume di lapangan wajib sama dengan volume yang diumumkan

Sejumlah pemerhati anggaran desa bahkan menuntut pengawasan lebih ketat agar tidak ada celah penyimpangan.

“Kalau papan sudah menunjukkan volume tak wajar, wajar kalau masyarakat bertanya. Yang penting jangan ada material yang ‘menghilang’ entah ke mana,” ujar seorang aktivis lokal.

Sementara Ma’nun, Kepala Desa Danasari saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, pihaknya membenarkan bahwa ada proyek rehabilitasi jalan aspal diwilayahnya.

“Gihh betul (iya betul), yang garap H. Tio. Ok matur suwun infonya,” jawab Ma’nun singkat, Senin, 17 November 2025.

Senter isu adanya praktik jual beli sejumlah proyek bantuan pemerintah provinsi. Praktik dugaan jual beli proyek Bantuan Provinsi (Banprov) dari makelar ke kontraktor merupakan isu yang sering muncul dalam pemberitaan, terutama terkait dengan alokasi dana di tingkat pemerintah daerah.

Baca juga:  Kejari Luwu Geledah Kantor DPMD Terkait Dugaan Penyalahgunaan Aset Desa Rante Balla

Adanya isu perantara (makelar) yang mengklaim dapat mengamankan proyek yang didanai dari Banprov dan kemudian “menjual” proyek tersebut kepada kontraktor tertentu, sering kali dengan meminta imbalan (fee) atau persentase tertentu dari nilai proyek, aparat penegak hukum diharapkan mampu mengantisipasinya.

Makelar ini diduga memanfaatkan kedekatan mereka dengan pejabat atau pihak yang berpengaruh di pemerintahan provinsi atau kabupaten/kota untuk memuluskan proses lelang atau penunjukan langsung proyek, sehingga kontraktor yang “membeli” proyek tersebut bisa mendapatkan pekerjaan tanpa melalui prosedur yang benar.

Berdasarkan hasil pencarian, dugaan praktik semacam ini dilaporkan terjadi di beberapa daerah, antara lain di Jawa Tengah (Kendal, Pekalongan, Wonogiri, Karanganyar, Klaten, Pemalang) dan Sulawesi Utara.

Praktik semacam ini dapat menyebabkan kerugian negara, pengerjaan proyek yang tidak sesuai standar atau “asal jadi”, dan menciptakan persaingan tidak sehat di kalangan kontraktor. (Darmo Pamungkas/Tim)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Akibatkan Dua Rumah Warga Tambakrejo – Pemalang Rusak

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Pemalang pada Jumat sore, (9/1/2026). Dampak peristiwa tersebut menyebabkan dua rumah warga di Dukuh Sumberharjo, RT 03 RW 07, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang, mengalami kerusakan bagian atap dan bangunan. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Pemalang, kejadian …

Jalan Desa Kalisaleh – Belik Pemalang Rusak Bertahun-tahun! Minim Penerangan, Warga Dihimbau Hati-hati

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Kondisi jalan Desa Kalisaleh, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, memerlukan perhatian serius. Sejumlah titik jalan mengalami kerusakan parah dan berlubang, sementara fasilitas penerangan jalan masih sangat minim. Kerusakan ini telah berlangsung bertahun-tahun, sehingga menimbulkan kesulitan bagi warga dan pengendara yang melewati jalan tersebut. Informasi mengenai kondisi jalan ini muncul melalui video unggahan salah …

Peringati Hari Desa Nasional 2026, Ribuan Warga Pemalang Meriahkan Jalan Sehat dan Senam Pagi Bersama Bupati

Alwi Assagaf

11 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pagi semangat ribuan warga meriahkan jalan sehat dan senam pagi di udara yang sejuk. Gelora Krida Muda, Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan. Minggu (11/1/2026), dipenuhi gelak tawa dan semangat warga Kabupaten Pemalang. Ribuan peserta dari berbagai wilayah berkumpul mengikuti kegiatan jalan sehat dan senam bersama untuk memperingati Hari Desa Nasional. Warna-warni pakaian olahraga, …

City Walk Jadi Pilihan Olahraga Pagi Bupati Pemalang dan Keluarga

Alwi Assagaf

11 Jan 2026

Pemalang.Vokalpublika.com – Pagi yang cerah udara sejuk di City Walk Pemalang, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, memanfaatkan kawasan City Walk Pemalang untuk melakukan olahraga pagi bersama keluarga, Minggu (11/01/2026). Aktivitas tersebut berlangsung di ruang terbuka publik yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas santai. Pada kegiatan tersebut, Bupati Pemalang terlihat menggunakan sepatu roda serta dengan …

SAPMA PP Pemalang Desak Pemkab Segera Tertibkan Prostitusi, Karaoke dan Mihol Ilegal: Tegakkan Perda Tanpa Pandang Bulu

Alwi Assagaf

11 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang dinilai gagal menertibkan tempat prostitusi, karaoke, dan penjualan minuman beralkohol. Hal tersebut terlihat dari masih beroperasinya sejumlah tempat yang belum jelas perizinannya, sehingga menyebabkan rusaknya moral serta memberi pengaruh buruk bagi generasi muda. Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kabupaten Pemalang, Widiyana Aji …

Bahu Membahu Sukseskan Program Pemerintah: Danramil 01/Pemalang, Bersama Camat Turun Langsung Dukung Pembangunan Koperasi Merah Putih

Alwi Assagaf

11 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Perubahan mulai terlihat di Jalan Anggur, Kelurahan Bojongbata, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Minggu (11/1/2026). Warga yang sebelumnya hanya berbincang soal kebutuhan harian kini mulai membahas peluang usaha bersama seiring proses pembangunan Koperasi Merah Putih yang mendapat pendampingan Danramil 01 dan Camat Pemalang. Keterlibatan Danramil (Koramil 01/Pemalang) tampak sejak tahap awal perencanaan. Pendampingan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x