- BeritaProjo Salurkan Kurma, Takjil dan Sembako untuk Jamaah Masjid di Bulan Ramadhan
- UncategorizedWakil Bupati Dairi Hadiri Tausiyah dan Buka Puasa Bersama Pelaku UMKM di Taman Rekreasi Sidikalang
- AdvertorialTanpa Migas Batam Tetap Tancap Gas: Ekonomi Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional
- UncategorizedBPN Dairi Serahkan Sertipikat Tunggakan PTSL kepada Desa Jumateguh dan Adian Nangka
- BeritaMerasa Disudutkan, Gafur dan Mazlan Beri Penjelasan Terkait Pemberitaan Dana Hantu
- BeritaDharma Wanita Kecamatan Pemalang Bagikan 200 Takjil di Depan Kantor Kecamatan, Wujud Kepedulian Ramadan

Polres Metro Jaktim Harus Usut Kasus Pencucian Uang Dalam Kontrak Kerja Sama PT. PKDU Dengan CRBC – PT. Adhi Karya
Penulis :
MERIDIAN DEWANTA, SH – ADVOKAT PERADI / KUASA HUKUM DIREKTUR UTAMA PT. PKDU : Ir. MARSELINUS HENDRATNO)
PT. Perinco Kurnia Dwiperkasa Utama (PT. PKDU) merupakan perusahaan konstruksi yang berbasis di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dan di dalam perusahaan tersebut Klien kami atas nama Ir. Marselinus Hendratno menjabat selaku Direktur Utama, sementara Anton, SE menjabat sebagai Komisaris.
Pada tahun 2019 PT.PKDU diketahui telah mengadakan kontrak kerja sama dengan China Road and Bridge Corporation (CRBC) – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation) berupa pengerjaaan Box Culvert (Gorong-Gorong) dan Line Protection (Pelindung Saluran Transmisi Listrik)
senilai total ± Rp.1,5 miliar.
Dalam kontrak kerja sama antara PT. PKDU dengan CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation) pada tahun 2019 tersebut, Klien kami
Ir. Marselinus Hendratno
selaku Direktur Utama PT. PKDU sama sekali tidak dilibatkan dan sengaja tidak diakui keberadaannya, sebab justru Anton, SE selaku Komisaris PT. PKDU yang telah melampaui batas wewenangnya dengan mengambil alih kekuasaan Direktur Utama melalui cara-cara curang dan melanggar hukum dalam kontrak kerja sama dimaksud.
Pengambilalihan kekuasaan Direktur Utama oleh Anton, SE selaku Komisaris PT. PKDU
dalam kontrak kerja sama dengan CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation) itu, diantaranya dilakukan melalui tindakan melanggar hukum berupa memalsukan tanda tangan Klien kami Ir. Marselinus Hendratno selaku Direktur Utama PT. PKDU, hal itu terungkap jelas dalam dokumen kontrak dan Invoice yang dokumen aslinya sudah pasti ada pada pihak CRBC dan Anton, SE.
Pada pokoknya Klien kami Ir. Marselinus Hendratno selaku Direktur Utama PT. PKDU sama sekali tidak mengetahui adanya kontrak kerja sama antara PT. PKDU dengan CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation), Klien kami Ir. Marselinus Hendratno baru mengetahui adanya kontrak kerja sama itu justru pada bulan September 2023, setelah Petugas
Pemeriksa Pajak KPP
Serpong memberitahukan adanya pajak yang tidak dibayarkan ke negara atas pekerjaan PT. PKDU pada CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation).
Selanjutnya pada bulan Juni 2024 Klien kami Ir. Marselinus Hendratno pun mencari informasi tentang siapa yang secara tanpa hak menggunakan PT. PKDU dalam kontrak kerja sama dengan CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation), lalu Ibu Devi dari pihak CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk menghubungi Klien kami dan mengirimkan berkas-berkas kontrak dan Invoice PT.PKDU, dari situlah terbongkar bahwa Anton, SE selaku Komisaris PT. PKDU yang telah menandatangani kontrak, bahkan ada
dokumen Invoice PT. PKDU tanggal 30 Desember 2019 yang menunjukkan tanda tangan Klien kami telah dipalsukan.
Dalam dokumen Invoice PT. PKDU tertanggal 30 Desember 2019 yang ditujukan kepada CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation) terkait permintaan pembayaran Line Protection senilai total Rp.775.213.247,- (tujuh ratus tujuh puluh lima juta dua ratus tiga belas ribu dua ratus empat puluh tujuh rupiah) itu, tertera nama Klien kami Ir. Marselinus Hendratno selaku Direktur Utama PT. PKDU yang tanda tangannya diduga dipalsukan (ditiru) oleh Komisaris PT. PKDU Anton, SE.
Ada juga dokumen Invoice PT. PKDU tertanggal 30 Oktober 2019 yang ditujukan kepada CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation) terkait permintaan pembayaran Purchasing Box Culvert senilai total Rp.353.099.973,- (tiga ratus lima puluh tiga juta sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus tujuh puluh tiga rupiah), yang terdapat tanda tangan seseorang bernama Roy Setiawan, padahal dalam struktur PT. PKDU nama orang itu sama sekali tidak dikenal alias tidak diketahui dari mana asal usulnya.
Invoice tertanggal 30 Oktober 2019 dan Invoice tertanggal 30 Desember 2019 yang ditujukan oleh PT. PKDU kepada CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation) itu, pembayarannya ditransfer melalui Rekening BCA Nomor : 4977710099 an. PT. PKDU, yang tokennya dikuasai
oleh Komisaris PT. PKDU Anton, SE, dengan demikian menjadi sangat jelaslah siapa otak dan dalang utama dari pemalsuan tanda tangan Klien kami Ir. Marselinus Hendratno selaku Direktur Utama PT. PKDU.
Atas adanya Tindak Pidana Pemalsuan yang diduga dilakukan oleh Anton, SE dalam kontrak kerja sama PT. PKDU dengan CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation) tersebut, kami telah mendampingi Klien kami Ir. Marselinus Hendratno untuk melaporkan hal itu di Polda Metro Jaya sebagaimana tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/B/5921/X/2024/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 1 Oktober 2024.
Dalam perjalanannya Polda Metro Jaya melimpahkan penanganan perkara dimaksud ke Polres Metro Jakarta Timur sebagaimana Surat Limpahan Laporan Polisi dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya Nomor : B/25831/X/RES.7.4/2024/Ditreskrimum.
Selanjutnya Polres Metro Jakarta Timur justru terkesan sangat lamban dalam menuntaskan laporan Tindak Pidana Pemalsuan yang dilayangkan oleh Klien kami, sebab sejak Klien kami Ir. Marselinus Hendratno diambil keterangannya pada tanggal 24 Oktober 2024, kasus dimaksud sampai dengan saat ini belum juga ditingkatkan ke tahapan penyidikan guna ditetapkan tersangkanya.
Kami mendapatkan informasi bahwa Polres Metro Jakarta Timur kesulitan untuk mendapatkan dokumen asli berupa kontrak dan Invoice yang di dalamnya terdapat tanda tangan Klien kami Ir. Marselinus Hendratno yang telah dipalsukan itu, entahlah apakah dokumen-dokumen asli itu benar-benar hilang atau memang sengaja dimusnahkan demi membuat proses hukum jadi terhambat, lalu Anton, SE dapat melenggang bebas tidak tersentuh hukum.
Tersendat-sendatnya proses hukum Tindak Pidana Pemalsuan yang dilaporkan oleh Klien kami Ir. Marselinus Hendratno, tentu saja tidak boleh menghalangi Polres Metro Jakarta Timur untuk memproses Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga dilakukan oleh Anton, SE, sebab dari aktivitas memalsukan tanda tangan yang diduga dilakukannya dalam kontrak kerja sama PT. PKDU dengan CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation), telah diperoleh uang hasil keuntungan senilai ratusan juta rupiah.
Uang hasil keuntungan senilai ratusan juta rupiah dari
kontrak kerja sama dengan CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation) itu telah diterima oleh Anton, SE dalam kurun waktu bulan Oktober sampai Desember 2024, selanjutnya uang tersebut oleh Anton, SE terindikasi telah
ditempatkan, ditransfer,
dialihkan, dibelanjakan, dibayarkan, dititipkan, diubah bentuknya, atau dilakukan perbuatan lainnya dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal
usul yang sebenarnya yaitu dari aktivitas ilegal berupa memalsukan tanda tangan Klien kami Ir. Marselinus Hendratno selaku Direktur Utama PT. PKDU.
Pasal 69 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 8 TAHUN 2010
TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG menyatakan : “Untuk dapat dilakukan penyidikan, penuntutan, dan
pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tindak pidana pencucian uang tidak wajib dibuktikan terlebih dahulu tindak pidana asalnya”, oleh karena itu Polres Metro Jakarta Timur harus bisa mempidanakan Anton, SE dengan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU tanpa harus terlebih dahulu menunggu adanya penuntutan dan putusan atas tindak pidana asalnya yaitu Tindak Pidana Pemalsuan itu.
Proses penyidikan dan penuntutan TPPU yang diduga dilakukan oleh Anton, SE tanpa adanya penuntutan ataupun putusan pengadilan terkait tindak pidana asalnya terlebih dahulu (Stand Alone Money Laundering), sangatlah bisa segera dilakukan sebab terdapat berbagai indikator yang mendukung yaitu adanya bukti permulaan yang cukup, adanya hubungan erat antara perkara TPPU dan tindak pidana asal, adanya ìndikasi perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Anton, SE, dan adanya dugaan aliran dana hasil tindak pidana yang disamarkan atau disembunyikan oleh Anton, SE.
Dalam waktu dekat kami siap mendampingi Klien kami Ir. Marselinus Hendratno untuk segera menghadap Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Dr. Alfian Nurrizal, S.H., S.I.K., M.Hum., guna melaporkan TPPU yang diduga dilakukan oleh Anton, SE, dan kami minta agar kelak segera dilakukan penyitaan terhadap bukti transaksi setoran rekening bank, mutasi rekening bank dan bukti transfer pada rekening bank milik Anton, SE dan PT. PKDU.
Penanganan perkara TPPU sesuai UU RI Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU menganut sistem pembuktian terbalik, yaitu terdakwalah yang harus membuktikan bahwa harta kekayaan yang terkait dengan perkara itu bukan berasal dari tindak pidana.
Sistem pembuktian terbalik itu terungkap dalam Pasal 77
UU RI Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, yang berbunyi : “Untuk kepentingan pemeriksaan di sidang pengadilan, terdakwa wajib membuktikan bahwa Harta Kekayaannya bukan merupakan hasil tindak pidana”.
Selanjutnya Pasal 78 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, menyatakan :
(1) Dalam pemeriksaan di sidang pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77, hakim memerintahkan terdakwa agar membuktikan bahwa Harta Kekayaan yang terkait dengan perkara bukan berasal atau terkait dengan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1).
(2) Terdakwa membuktikan bahwa Harta Kekayaan yang
terkait dengan perkara bukan berasal atau terkait dengan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dengan cara mengajukan alat bukti yang cukup.
Anton, SE kelak harus bisa membuktikan bahwa harta kekayaannya bukanlah diperoleh dari hasil memalsukan tanda tangan Klien kami Ir. Marselinus Hendratno selaku Direktur Utama PT. PKDU dalam kontrak kerja sama antara PT. PKDU dengan CRBC – PT. Adhi Karya (Persero) Tbk (Joint Operation), sebab jika Anton, SE tidak dapat membuktikannya maka hal tersebut merupakan suatu petunjuk bahwa dia nyata-nyata telah melakukan TPPU.
admin
09 Mar 2026
Karimun, Vokalpublika.com – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh relawan Projo. Pada Senin, 9 Maret 2026, jajaran DPD Projo Kepulauan Riau bersama DPC Projo Karimun melaksanakan kegiatan sosial berupa pembagian kurma, takjil, serta paket sembako kepada masyarakat dan jamaah masjid di sejumlah titik di Kabupaten Karimun. Salah satu lokasi utama kegiatan tersebut …
Clara T S
09 Mar 2026
SIDIKALANG/vokalpublika.comWakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, menghadiri kegiatan tausiyah dan buka puasa bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Dairi yang digelar di Taman Rekreasi Sidikalang, Minggu (8/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan ini diikuti oleh para pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kabupaten Dairi, serta masyarakat sekitar …
Redaksi
09 Mar 2026
Batam, vokalpublika.com— Perekonomian Kota Batam menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Tanpa bergantung pada sektor minyak dan gas, Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau …
Clara T S
09 Mar 2026
DAIRI/vokalpublika.comUpaya percepatan kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat terus dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Dairi. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan penyelesaian sertipikat tunggakan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada Pemerintah Desa Jumateguh dan Desa Adian Nangka, Jumat (6/3/2026). Penyerahan dokumen sertipikat tunggakan tersebut dilakukan langsung oleh Koordinator Substansi (Korsub) Kantor Pertanahan Kabupaten Dairi …
Redaksi
09 Mar 2026
Meranti,vokalpublika.com – terkait pemberitaan disalah satu Portal Media Online yang terkesan menyudutkan 2 (Dua) Pejabat di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan judul “MISTERI “DANA HANTU” 854 JUTA SEKWAN MERANTI: MAZLAN & GAPUR SALING TUDUH, GOHUKRIM TELUSURI DOKUMEN SPPD DAN BELANJA OPERASIONAL TA 2024” ini langsung direspon dengan cepat oleh yang bersangkutan. Pemberitaan dinilai tidak professional dan …
Alwi Assagaf
08 Mar 2026
Pemalang, Vokalpublika.com – Lalu lintas di depan Kantor Kecamatan Pemalang pada Minggu sore tampak sedikit melambat. Beberapa pengendara yang melintas dihentikan sejenak oleh ibu-ibu Dharma Wanita yang berdiri di tepi jalan.Bukan razia, melainkan aksi berbagi takjil untuk mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Sekitar 200 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan …
17 Sep 2025 4.723 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com – Jadi Pertanyaan di tengah-tengah masyarakat pasalnya tiba-tiba 4 (empat) Kepala Dinas Dan 1 (satu) Asisten di pemerintahan Bupati Humbang Hasundutan Dr Oloan Paniaran Nababan SH, MH. Secara kompak mengundurkan diri. Dari Pantauan awak media ke 4 (empat) Kepala Dinas dan 1 (satu) Asisten yang mengundurkan diri yaitu, Frans Judika Pasaribu Kadis …
07 Oct 2025 3.739 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com, – Wakil Bupati (Wabup) Humbang Hasundutan (Humbahas) Yunita Rebeka Marbun kaget karena Ajudannya Fricilia Damanik yang selama ini menemaninya saat bertugas, tiba-tiba dimutasi oleh bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan tanpa alasan, pernyataan ini diungkapkan saat Wabup Yunita Rebeka Marbun turut mengantarkan Fricilia Damanik ke tempat kerja baru di Kantor Kelurahan Pasar Doloksanggul, …
05 Aug 2025 3.172 views
Bulukumba, Vokalpublika.com -Aksi protes tidak biasa mengguncang Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba pada Selasa (5/8). Sejumlah warga bersama keluarga korban kecelakaan lalu lintas melakukan aksi simbolik dengan menggantungkan celana dalam dan bra di pagar kantor Kejari. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap penanganan perkara yang dinilai jauh dari rasa keadilan. Perkara kecelakaan maut tersebut …
05 Aug 2025 3.135 views
Bulukumba,Vokalpublika.com – Ratusan warga yang tergabung dalam aksi unjuk rasa melampiaskan kekecewaan mereka terhadap Kejaksaan Negeri Bulukumba dengan melempari kantor kejaksaan menggunakan telur dan kotoran sapi. Selasa, 5 Agustus 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes atas penanganan perkara kecelakaan lalu lintas yang dinilai tidak adil dan tidak transparan. Perkara kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi pada …
22 May 2025 2.545 views
Tanjungpinang, 22 Mei 2025 – Kasus penyelundupan narkotika kembali mengguncang perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Dalam dua pekan terakhir, aparat gabungan berhasil menggagalkan dua aksi penyelundupan sabu-sabu dengan total berat hampir 4 ton dari dua kapal berbeda di wilayah laut Karimun. Kapal pertama, berbendera Thailand, diamankan TNI AL pada 13 Mei 2025 di Selat Durian, …
14 May 2025 2.476 views
KARIMUN – DPC PROJO Kabupaten Karimun menyoroti langkah PT Anva Gemilang Bersama (AGB) yang meminta Pemerintah Kabupaten Karimun menerbitkan surat edaran resmi terkait jadwal pembuangan sampah. Permintaan tersebut dinilai tidak semestinya datang dari pihak ketiga yang hanya berperan sebagai pelaksana teknis. Sebelumnya, Manajer Operasional PT AGB menyampaikan kepada media bahwa pihaknya mengusulkan agar warga membuang …
28 Jul 2025 2.150 views
Nias Selatan, VokalPublika.com – Dugaan korupsi Dana Desa di Desa Caritas Sogawunasi, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan kembali mencuat. Kepala Desa (Kades) Faona Lala Giawa kini menjadi sorotan setelah warga melaporkan adanya penyimpangan pengelolaan dana dari tahun 2020 hingga 2024. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), …