Home » Berita » Pengamat Hukum Dr. Herman Hofi Munawar Soroti Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya: Cerminan Lemahnya Tata Kelola Pemerintahan

Pengamat Hukum Dr. Herman Hofi Munawar Soroti Mandeknya Operasional Kecamatan Kumpai Raya: Cerminan Lemahnya Tata Kelola Pemerintahan

Redaksi 17 Jul 2026 105

Pontianak, vokalpublika.com– Pengamat Hukum Kalimantan Barat, Dr. Herman Hofi Munawar, menyoroti belum beroperasinya Kecamatan Kumpai Raya, Kabupaten Kubu Raya, meskipun pembentukannya telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Kubu Raya Nomor 1 Tahun 2023. Menurutnya, kondisi yang telah berlangsung hampir tiga tahun tersebut merupakan persoalan serius yang mencerminkan lemahnya tata kelola pemerintahan (good governance) dan berdampak langsung terhadap hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Dr. Herman menilai keterlambatan operasionalisasi kecamatan tidak dapat dipandang sebagai persoalan administratif semata, melainkan telah menjadi indikator kegagalan pemerintah daerah dalam melaksanakan amanat peraturan perundang-undangan yang telah memiliki kekuatan hukum.

“Keberadaan suatu peraturan daerah tidak boleh berhenti sebagai produk legislasi. Setiap norma hukum wajib ditindaklanjuti melalui implementasi yang nyata agar memberikan kepastian hukum dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, pembentukan Kecamatan Kumpai Raya telah memenuhi aspek yuridis melalui Perda Nomor 1 Tahun 2023. Oleh karena itu, tertundanya operasional kecamatan menunjukkan belum optimalnya komitmen politik, koordinasi birokrasi, serta manajemen administrasi pemerintahan daerah.

Bertentangan dengan Amanat Konstitusi

Dr. Herman menjelaskan, penyelenggaraan pemerintahan daerah merupakan pelaksanaan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berkeadilan.

Baca juga:  Diduga Tutupi Kecurangan, Kontraktor Aspal di Desa Sewaka – Pemalang Bawa Beking, Halau Wartawan, dan Bagi Uang Bensin

Selain itu, Pasal 18 UUD 1945 menegaskan bahwa pemerintahan daerah diberikan kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Keterlambatan operasionalisasi kecamatan pada akhirnya merugikan masyarakat karena pelayanan administrasi pemerintahan menjadi tidak maksimal,” tegasnya.

Bertentangan dengan UU Pemerintahan Daerah

Dr. Herman juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, menegaskan bahwa pemerintah daerah wajib menyelenggarakan urusan pemerintahan secara efektif, efisien, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sementara itu, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik mewajibkan pemerintah memberikan pelayanan yang cepat, mudah, terjangkau, serta memiliki kepastian hukum.

Apabila masyarakat harus menunggu bertahun-tahun akibat belum beroperasinya kecamatan yang telah dibentuk secara sah, maka kondisi tersebut patut dievaluasi karena berpotensi menghambat terpenuhinya hak-hak pelayanan publik.

Dugaan Maladministrasi Harus Diusut

Dr. Herman menilai informasi mengenai tidak ditemukannya dokumen disposisi maupun surat permohonan nomor registrasi kepada Kementerian Dalam Negeri merupakan persoalan yang sangat serius.

Menurutnya, apabila informasi tersebut benar, maka kondisi tersebut mengindikasikan lemahnya sistem administrasi pemerintahan, pengelolaan arsip negara, hingga fungsi pengawasan internal.

Baca juga:  ​PCNU Pemalang Pantau Posko Mudik Ansor, Pastikan Pelayanan Prima

Dalam perspektif hukum administrasi negara, keadaan demikian dapat dikategorikan sebagai dugaan maladministrasi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia, yaitu perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan wewenang, pengabaian kewajiban hukum, maupun kelalaian dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

“Pemerintah daerah wajib mampu menunjukkan seluruh jejak administrasi proses pengusulan hingga registrasi. Dokumen negara tidak boleh hilang atau tidak terlacak karena menyangkut kepastian hukum masyarakat,” katanya.

Bupati Diminta Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah

Dr. Herman meminta Bupati Kubu Raya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perangkat daerah yang bertanggung jawab dalam proses administrasi pembentukan Kecamatan Kumpai Raya, mulai dari Bagian Pemerintahan, Bagian Hukum, Asisten Pemerintahan hingga Sekretaris Daerah.

Menurutnya, keterlambatan selama hampir tiga tahun bukan lagi persoalan teknis, melainkan telah menunjukkan adanya kelemahan sistemik dalam manajemen pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa prinsip-prinsip good governance, yakni akuntabilitas, transparansi, efektivitas, efisiensi, responsivitas, profesionalitas, dan kepastian hukum harus diwujudkan dalam setiap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Ombudsman Dapat Melakukan Pemeriksaan

Apabila ditemukan dugaan maladministrasi, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan laporan kepada Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat sesuai kewenangannya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia.

Baca juga:  Kapolri dan Kapolda Sulut Diminta Bentuk Tim, Mafia Solar Haji Nur Terbongkar, Dibekingi Oknum Polisi?

Selain itu, fungsi pengawasan oleh DPRD serta Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) juga diharapkan dapat berjalan optimal guna memastikan seluruh proses administrasi pembentukan kecamatan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemerintah Diminta Segera Menuntaskan Persoalan

Dr. Herman menegaskan bahwa persoalan Kecamatan Kumpai Raya bukan sekadar mengenai pembentukan wilayah administratif, melainkan menyangkut kredibilitas pemerintah daerah dalam menjalankan amanat hukum dan memenuhi hak masyarakat atas pelayanan publik.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Kubu Raya segera menyelesaikan seluruh hambatan administratif, mempercepat proses registrasi apabila masih diperlukan, melakukan evaluasi terhadap pejabat yang bertanggung jawab apabila ditemukan kelalaian, serta memastikan Kecamatan Kumpai Raya segera beroperasi sebagaimana amanat Peraturan Daerah Kabupaten Kubu Raya Nomor 1 Tahun 2023.

“Negara hukum menuntut setiap keputusan yang telah ditetapkan melalui mekanisme hukum diwujudkan dalam tindakan nyata. Hukum yang tidak dilaksanakan hanya menjadi simbol tanpa makna, sedangkan masyarakat terus menanggung dampak dari lambannya birokrasi,” pungkasnya.(Bsg-Red)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Hari Pelanggan Nasional 2026, Direksi Perumda Tirta Mulia Pemalang Turun ke Lapangan Serap Aspirasi Warga

Alwi Assagaf

08 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang mempertegas komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan publik. Tak sekadar perayaan seremonial, jajaran direksi memilih turun langsung ke lapangan untuk menyapa dan mendengarkan masukan para pelanggan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door). ADVERTISEMENT ​Langkah tersebut dipimpin langsung …

​Polemik Iuran Rp500 Ribu SPPG Pemalang Disorot, Diduga Langgar Aturan BGN, Pengurus Paguyuban: Itu Sah dan Hak Organisasi

Alwi Assagaf

07 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Penarikan iuran bulanan terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pemalang memicu sorotan publik. Kebijakan tersebut dipertanyakan karena dikhawatirkan berdampak pada kualitas porsi dan hak penerima manfaat. ADVERTISEMENT ​Berdasarkan data yang dihimpun, puluhan hingga ratusan pengelola dapur dari total 140 unit SPPG …

Rayakan Kemerdekaan dengan Cara Berbeda, Tanjungpinggir Padukan Lomba dan Pelayanan Warga

Redaksi

07 Sep 2026

Batam, vokalpublika.com- Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Tanjungpinggir, Kecamatan Sekupang, Batam, berlangsung meriah. Berbagai lomba yang melibatkan masyarakat digelar di Taman Wisata Tangga Seribu Habibi Dangas, Sekupang, Minggu (6/9/2026). ADVERTISEMENT Meski digelar setelah momentum perayaan 17 Agustus, kegiatan tersebut tetap mendapat antusiasme warga. Lurah Tanjungpinggir, H Agus Syofian, mengatakan, …

Sekda Pemalang dan Pemcam Ulujami Apresiasi Festival Grebeg 1000 Kemeja Sukorejo, Sampaikan Pesan Pilkades Damai

Alwi Assagaf

06 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ulujami bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Festival Grebeg 1000 Kemeja di Desa Sukorejo, Minggu (6/9/2026). ADVERTISEMENT Gelaran tahunan di kawasan wisata Mina Padi tersebut dinilai sukses menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat kondusivitas warga. ​Hadir langsung memantau jalannya kegiatan, Sekda Pemalang Bagus Sutopo menggarisbawahi …

​Penarikan Rp500 Ribu Dapur MBG Pemalang Menuai Sorotan, Aliran Dana Masih Gelap

Alwi Assagaf

06 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Penarikan iuran bulanan terhadap pengelola dapur operasional yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pemalang memicu sorotan publik. ADVERTISEMENT Transparansi pengelolaan serta urgensi pembentukan paguyuban tersebut kini dipertanyakan demi memastikan dana kas tidak memangkas ketersediaan maupun kualitas porsi bagi penerima manfaat. ​Berdasarkan data yang dihimpun, puluhan hingga ratusan pengelola …


Kapolda Jabar dan Ketua Bhayangkari Daerah Salurkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat Nelayan Pangandaran

Redaksi

06 Sep 2026

PANGANDARAN — Sebagai bentuk nyata kepedulian sosial serta menghadirkan institusi kepolisian di tengah masyarakat, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat Ny. Nila Pipit Rismanto menggelar kunjungan kerja sekaligus menyerahkan paket bantuan sosial (baksos) Di kampung Nelayan Kabupaten Pangandaran ADVERTISEMENT Kegiatan humanis ini bertujuan untuk membantu …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x