Home » Berita » Menjelang Festival PETIRA, Semangat Persatuan Pesilat Tradisi Menggema di Museum Satria Mandala

Menjelang Festival PETIRA, Semangat Persatuan Pesilat Tradisi Menggema di Museum Satria Mandala

Redaksi 10 Nov 2025 215

Jakarta, vokalpublika.com — Riuh persiapan terdengar di Ruang Rapat Museum Satria Mandala, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025). Satu per satu anggota panitia Festival Pencak Silat Tradisi se–Jabodetabek (Piala Menteri Kebudayaan Republik Indonesia) duduk mengelilingi meja panjang, menuntaskan pembahasan terakhir sebelum perhelatan akbar digelar pada 15–16 November 2025.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pesilat Tradisi Indonesia Raya (PETIRA) ini bukan sekadar agenda pertandingan, tetapi wujud nyata dari komitmen pelestarian budaya bangsa. Di tengah derasnya arus modernisasi, Pencak Silat masih menjadi bahasa persaudaraan yang menyatukan berbagai daerah dan aliran.

Dipimpin oleh Ketua Panitia Refly Cahyadi (Tephy Condet), rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pembina dan seluruh bidang kerja, termasuk Sekretaris Panitia Narwan Riyadi, Pembina II Syarif Hidayatulloh, dan Letkol AU Adm. Dr. Saparudin Barus, S.T., M.M., yang juga menjabat sebagai Kepala Museum Satria Mandala sekaligus Pembina Tim Perencana Festival.

Suasana rapat berlangsung serius namun hangat. Berbagai hal teknis disorot, mulai dari kesiapan panggung utama, pengaturan arus tamu, hingga tata urutan penyambutan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.
Dalam arahannya, Letkol Saparudin Barus mengingatkan agar penyelenggaraan festival tidak hanya berfokus pada pertunjukan, tetapi juga nilai-nilai budaya yang dikandung di dalamnya.

Baca juga:  Apel Gebrak, Zulhas Apresiasi Langkah Berani Wali Kota Bekasi dalam Upaya Pengurangan Sampah di Bantargebang.

“Pencak Silat adalah napas kebudayaan kita. Gotong royong, kedisiplinan, dan rasa hormat harus hadir di setiap gerak dan langkah selama acara berlangsung,” pesannya.

Ketua Panitia Refly Cahyadi menegaskan bahwa seluruh panitia telah bekerja maksimal untuk memastikan festival berjalan lancar.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berisi kompetisi, tetapi juga sarat dengan pesan moral dan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Semua bergerak dengan semangat persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Syarif Hidayatulloh, selaku Pembina II, menekankan bahwa festival ini sejatinya adalah wadah untuk mempertemukan keragaman dalam harmoni.

“Pencak Silat mengajarkan kita tentang keseimbangan — antara kekuatan dan kebijaksanaan, antara perbedaan dan persatuan. Di sinilah semangat Bhinneka Tunggal Ika benar-benar hidup,” ungkapnya.

Baca juga:  Camat Pemalang Tegaskan Netralitas Panitia Pilkades Kramat

Sekretaris Panitia Narwan Riyadi menambahkan, disiplin dan koordinasi menjadi faktor penentu kesuksesan kegiatan ini.

“Setiap bidang punya peran penting. Jika semua bergerak dengan satu niat dan satu arah, insyaallah festival ini akan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat,” tuturnya.

Tahun ini, sebanyak 48 perguruan dan sanggar Pencak Silat tradisi telah menyatakan kesiapannya untuk tampil. Nama-nama besar seperti PPS Macan Siliwangi, PPS Garuda Saka, PPS Kilat Buana, PPS Cempaka Putih, hingga Sang Maung Bodas dari Sukabumi dan Paguron Cirahab dari Banten akan ikut ambil bagian.

Keterlibatan puluhan perguruan dari berbagai daerah ini menjadi bukti bahwa warisan budaya bangsa masih hidup dan terus tumbuh di hati masyarakat. Bukan sekadar ajang tanding, melainkan perayaan atas keragaman budaya yang memperkaya Nusantara.

Selain pertandingan, festival ini juga menghadirkan bazar UMKM budaya yang diikuti para pelaku usaha kecil. Produk berbasis kearifan lokal — mulai dari kuliner, busana silat, hingga kerajinan etnik — akan ditampilkan untuk memperkuat sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca juga:  Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pemalang Gelar Bakti Sosial hingga Intensifkan Patroli Pantura

Kegiatan ini juga didukung oleh program Jakpreneur, yang membuka ruang kolaborasi antara pelaku seni dan pengusaha lokal.

Dalam penutup rapat, Letkol Saparudin Barus menyampaikan harapan agar festival ini bisa menjadi kegiatan tahunan berskala nasional.

“Pencak Silat adalah cerminan karakter bangsa — sopan, kuat, dan berjiwa ksatria. Melalui ajang ini, kita meneguhkan kembali kebanggaan sebagai bangsa yang memiliki akar budaya luar biasa,” ucapnya.
Senada, PETIRA berharap festival ini menjadi momentum kebangkitan seni bela diri tradisional di tengah masyarakat urban.

Dengan semangat persatuan, kerja sama panitia, dan dukungan berbagai pihak, Festival Pencak Silat Tradisi se–Jabodetabek siap menjadi panggung kebudayaan yang meneguhkan kembali makna Bhinneka Tunggal Ika di tengah modernitas.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Hak Jawab PT Anugrah Bayuarya Perkasa: Akui Ada Perbaikan Pasangan Batu, Tegaskan Progres Pekerjaan Capai 97 Persen

Redaksi

08 Sep 2026

SAMBAS, KALBAR,vokalpublika.com— PT Anugrah Bayuarya Perkasa menyampaikan hak jawab sekaligus klarifikasi atas pemberitaan dan informasi mengenai pelaksanaan pekerjaan yang sedang dikerjakan perusahaan di wilayah Tebas, Kabupaten Sambas. ADVERTISEMENT Klarifikasi tersebut disampaikan secara resmi melalui surat Nomor: 06/PT.ABP/IX/2026 tertanggal 5 September 2026, yang ditujukan kepada Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Wartawan Internasional (DPD ASWIN) Kalimantan Barat. Dalam …

Hari Pelanggan Nasional 2026, Direksi Perumda Tirta Mulia Pemalang Turun ke Lapangan Serap Aspirasi Warga

Alwi Assagaf

08 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026, Perumda Air Minum Tirta Mulia Kabupaten Pemalang mempertegas komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan publik. Tak sekadar perayaan seremonial, jajaran direksi memilih turun langsung ke lapangan untuk menyapa dan mendengarkan masukan para pelanggan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door). ADVERTISEMENT ​Langkah tersebut dipimpin langsung …

​Polemik Iuran Rp500 Ribu SPPG Pemalang Disorot, Diduga Langgar Aturan BGN, Pengurus Paguyuban: Itu Sah dan Hak Organisasi

Alwi Assagaf

07 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Penarikan iuran bulanan terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pemalang memicu sorotan publik. Kebijakan tersebut dipertanyakan karena dikhawatirkan berdampak pada kualitas porsi dan hak penerima manfaat. ADVERTISEMENT ​Berdasarkan data yang dihimpun, puluhan hingga ratusan pengelola dapur dari total 140 unit SPPG …

Rayakan Kemerdekaan dengan Cara Berbeda, Tanjungpinggir Padukan Lomba dan Pelayanan Warga

Redaksi

07 Sep 2026

Batam, vokalpublika.com- Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Tanjungpinggir, Kecamatan Sekupang, Batam, berlangsung meriah. Berbagai lomba yang melibatkan masyarakat digelar di Taman Wisata Tangga Seribu Habibi Dangas, Sekupang, Minggu (6/9/2026). ADVERTISEMENT Meski digelar setelah momentum perayaan 17 Agustus, kegiatan tersebut tetap mendapat antusiasme warga. Lurah Tanjungpinggir, H Agus Syofian, mengatakan, …

Sekda Pemalang dan Pemcam Ulujami Apresiasi Festival Grebeg 1000 Kemeja Sukorejo, Sampaikan Pesan Pilkades Damai

Alwi Assagaf

06 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ulujami bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Festival Grebeg 1000 Kemeja di Desa Sukorejo, Minggu (6/9/2026). ADVERTISEMENT Gelaran tahunan di kawasan wisata Mina Padi tersebut dinilai sukses menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat kondusivitas warga. ​Hadir langsung memantau jalannya kegiatan, Sekda Pemalang Bagus Sutopo menggarisbawahi …

​Penarikan Rp500 Ribu Dapur MBG Pemalang Menuai Sorotan, Aliran Dana Masih Gelap

Alwi Assagaf

06 Sep 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Penarikan iuran bulanan terhadap pengelola dapur operasional yang tergabung dalam Paguyuban Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pemalang memicu sorotan publik. ADVERTISEMENT Transparansi pengelolaan serta urgensi pembentukan paguyuban tersebut kini dipertanyakan demi memastikan dana kas tidak memangkas ketersediaan maupun kualitas porsi bagi penerima manfaat. ​Berdasarkan data yang dihimpun, puluhan hingga ratusan pengelola …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x