- BeritaPolres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Penipuan PO Sembako Murah
- BeritaAntisipasi Kriminalitas dan Balap Liar, Polres Tanjung Perak Gelar Patroli Gelar Patroli Skala Besar
- BeritaDewan Pimpinan Cabang Persatuan Jurnalis Indonesia (DPC PJI) Kab. NGanjuk menggelar penghelatan Halal Bi Halal dan Peringatan Hari Jadi Nganjuk ke 1089 Th
- UncategorizedKades dan APH Bantah Isu Judi di Tanah Pinem–Tigalingga: “Hanya Warung Kopi Tempat Warga Bersosialisasi”
- UncategorizedKepala Desa Harapan Tegaskan Galian C Milik Warga Bersifat Tradisional, Bantah Tuduhan Ilegal dan Merusak
- UncategorizedDorong Percepatan Gizi Masyarakat, Wabup Dairi Ikuti Konsolidasi Program MBG Tingkat Sumut di Parapat

Krisis Sampah Ciputat Bongkar Dugaan Salah Urus Anggaran: Pemkot Tangsel Dianggap Lebih Prioritaskan Biaya Rapat, Suvenir, dan Dinas Luar Kota daripada Sanitasi Publik
Tanggerang selatan, vokalpublika.com- Gunungan sampah setinggi hampir dua meter di bawah Flyover Ciputat bukan hanya persoalan bau busuk. Temuan lapangan yang dihimpun awak media membuka indikasi lebih serius: sistem pengelolaan sampah Kota Tangerang Selatan diduga kolaps, sementara prioritas anggaran pemerintah justru mengarah pada belanja-belanja non-esensial.
Pada 11 Desember 2025, awak media mendokumentasikan penumpukan sampah sepanjang ±10 meter di bawah flyover. Tumpukan itu berasal dari kiriman pedagang, pengguna jalan, serta sisa sampah basah yang telah membusuk. Lalat beterbangan, bau menyengat, dan warga terpaksa menutup hidung sebagai tanda bahwa situasi telah meningkat dari sekadar gangguan menjadi risiko kesehatan masyarakat.
Beberapa sumber mengonfirmasi bahwa penutupan sementara TPA Cipeucang memaksa armada sampah “menahan muatan” dan menurunkan sebagian di titik-titik tertentu.
“Info yang kami dapat, petugas ngak bisa buang penuh. Cipeucang tutup. Jadi numpuk di sini,” ujar salah seorang nara sumber ya minta identitasnya di rahasiakan
Namun investigasi redaksi menemukan persoalan ini tidak terjadi begitu saja, melainkan buah dari akumulasi ketidaksiapan kebijakan dan lemahnya prioritas anggaran.
Temuan 1: Ada Anggaran Sampah, Tapi Tidak Dibangun Sistem Darurat
Dokumen yang diperoleh dari laporan publik menyebutkan Pemkot Tangsel memiliki skema anggaran Rp50miliar untuk penaganan sampah. Anggaran tersebut seharusnya mengantisipasi gangguan ketika TPA lokal mengalami penutupan.
Namun fakta di lapangan justru menunjukkan tidak adanya rencana darurat (emergency waste route), tidak ada titik transit yang diawasi, dan tidak ada koordinasi antara DLH, dinas teknis, serta pengelola TPA.
Padahal PP 81/2012 secara tegas mewajibkan pemerintah menyiapkan rencana darurat persampahan.
Artinya: anggaran ada, sistem tidak jalan.
Temuan 2: Ironi Prioritas Belanja Rapat, Suvenir, dan Dinas Justru Membengkak
Krisis sampah yang terjadi berbarengan dengan memanasnya kritik publik terhadap struktur APBD Tangsel. Salah satu suara paling keras datang dari tokoh publik Leony Vitria Hartanti, yang menyoroti betapa besar porsi anggaran yang justru tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.
Dalam catatannya, pos-pos berikut dianggap janggal:
- Makan-minum rapat mencapai puluhan miliar rupiah,
- Belanja suvenir/cenderamata naik signifikan,
- Perjalanan dinas menyedot ratusan miliar,
Sementara layanan dasar seperti sanitasi, kontrol lalat, respon cepat sampah, dan kesiapsiagaan TPA justru minim penguatan.
Investigasi redaksi menemukan bahwa kritik Leony tidak berdiri sendiri. Beberapa dokumen perbandingan APBD 2024–2025 menunjukkan pola yang sama: belanja internal naik, belanja layanan publik stagnan.
Yang mengherankan, setelah kritik Leony viral dan dijawab oleh Walikota, tidak ada indikasi reposisi anggaran untuk memperbaiki sektor yang sekarang terbukti bermasalah, yakni pengelolaan sampah.
Dengan kondisi gunungan sampah di Ciputat, kritik ini kini berubah menjadi alarm kegagalan tata kelola.
Temuan 3: Regulasi Mengikat, Pemerintah Tidak Punya Ruang Alasan
Tumpukan sampah bukan sekadar masalah teknis. Berdasarkan undang-undang:
- UU 18/2008 – Pemda wajib mencegah pencemaran.
- PP 81/2012 – Pemda wajib punya rencana darurat ketika TPA terganggu.
- UU 23/2014 – Pengelolaan sampah menjadi urusan wajib pelayanan dasar.
Artinya: Ketiadaan rencana darurat, lambannya penanganan, dan munculnya TPS liar di fasilitas publik adalah pelanggaran administratif atas kewajiban layanan dasar.
Aktivis lingkungan, Bung Toni, mengatakan:
“Ini bukan lagi kelalaian. Ini sinyal ada yang gagal di hulu, baik dalam perencanaan maupun penganggaran.” tegasnya
Temuan 4: Dampak Kesehatan Mulai Terasa
Warga sekitar memberikan penjelasan kepada awak media terkait meningkatnya lalat, gangguan pernapasan ringan, dan aroma busuk yang menembus rumah.
Seorang warga, Mulyadi, mengatakan: “Kami bukan minta banyak. Pemerintah punya anggaran, punya kewenangan. Tapi kenapa lingkungan kami yang jadi korban?” ujarnya
Pedagang setempat mengutarakan kecemasanya, mereka khawatir omzet mereka terus menurun karena pembeli enggan mendekat.
Analisis Redaksi: Ada Pola Repetitif Mismanajemen
Hasil penelusuran terhadap kasus-kasus sebelumnya menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan kejadian tunggal. Setiap kali TPA Cipeucang ditutup atau terganggu, krisis kecil selalu muncul, tetapi tidak pernah ditangani dengan:
- skema darurat permanen,
- lokasi transit resmi,
- teknologi pengurangan sampah,
- atau penguatan anggaran operasional harian.
Dengan APBD yang mencapai angka triliunan, pertanyaan publik semakin tajam:
- Mengapa layanan dasar paling mendasar, kebersihan dan sanitasi tidak disiapkan dengan baik?
- Kemana sebenarnya prioritas pemerintah kota diarahkan?
- Mengapa belanja internal jauh lebih dominan, sementara persoalan fundamental dibiarkan menumpuk?
Krisis sampah di Ciputat adalah Cermin Ketelanjuran Arah Anggaran
Gunungan sampah di bawah Flyover Ciputat bukan hanya tumpukan sampah, tetapi tumpukan masalah struktural:
- perencanaan darurat tidak ada,
- ksekusi anggaran tidak efektif,
- prioritas APBD lebih condong ke kenyamanan birokrasi,
sementara kesehatan dan keselamatan warga justru diletakkan paling belakang.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi Pemkot Tangsel: Apakah pemerintah akan memperbaiki prioritas anggaran dan tata kelola, atau sekadar menunggu krisis berikutnya?
Tim Redaksi akan terus melakukan penelusuran dan menagih akuntabilitas pemerintah atas krisis ini.
Redaksi
13 Apr 2026
TANJUNG PERAK,Vokalpublika.com|| Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak berhasil membongkar praktik penipuan dan penggelapan berkedok pesanan awal atau purchase order (PO) sembako murah yang menyasar ibu rumah tangga (IRT) di Surabaya. Terduga pelaku EA kini telah diamankan Polisi setelah membawa lari uang para korban yang total kerugiannya ditaksir mencapai Rp400.010.000. Aksi penipuan ini berlangsung dalam kurun waktu …
Redaksi
13 Apr 2026
TANJUNG PERAK, vokalpublika.com – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di akhir pekan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar Patroli Stasioner Cipta Kondisi (Cipkon) skala besar pada Sabtu (12/4/2026) malam hingga dini hari. Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, aksi kriminalitas, hingga balap liar dan tawuran remaja. Kegiatan patroli …
Redaksi
13 Apr 2026
Nganjuk, vokalpublika.com -Atas nama ketua panitia penyelenggara kegiatan, DR. Junari S.Ag. MSi dalam sambutannya menyampaikan, “kegiatan halal bihalal 1447 H dan Peringatan Hari Jadi Kab . Nganjuk ke 1089 tahun, terselenggara karena soliditas dari Pengurus dan anggota DPC . PJI Kab. Nganjuk. Hal itu Faktualitas dari kerja keras dan terbinanya persaudaraan yang kuat di tubuh …
Redaksi
12 Apr 2026
Probolinggo,-vokalpublika.com,-Bantuan pangan alokasi Februari dan Maret 2026, beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter per KPMKeluarga Penerima Manfaat, disalurkan serentak se Indonesia. Program ini menyasar 33 hingga 35 juta KPM untuk menjaga daya beli saat Ramadan.Mulai disalurkan intensif sekitar awal April 2026 di berbagai daerah terpantau di Jakarta, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.Target Penerima Masyarakat …
Alwi Assagaf
12 Apr 2026
Jakarta, Vokalpublika.com – Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun (LPS) Pemalang menggelar kegiatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Sekretariat DPP Konfederasi Sarbumusi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/4). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur serikat pekerja, antara lain Serikat Pelaut LPS Pemalang, Federasi SPPSN, FSPPSN, serta Serikat Pelaut PELNI. Forum ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus …
Alwi Assagaf
12 Apr 2026
Pererat Silaturahmi, Paguyuban Alumni Kodim 0711/Pemalang Gelar Reuni Lintas Generasi PEMALANG – Keluarga besar alumni Kodim 0711/Pemalang menggelar kegiatan reuni dan halalbihalal di Rumah Makan SukaSari, Randudongkal, Minggu (12/4/2026). Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi serta menjaga komunikasi antar anggota, baik yang masih aktif maupun purnawirawan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kasdim …
17 Sep 2025 4.846 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com – Jadi Pertanyaan di tengah-tengah masyarakat pasalnya tiba-tiba 4 (empat) Kepala Dinas Dan 1 (satu) Asisten di pemerintahan Bupati Humbang Hasundutan Dr Oloan Paniaran Nababan SH, MH. Secara kompak mengundurkan diri. Dari Pantauan awak media ke 4 (empat) Kepala Dinas dan 1 (satu) Asisten yang mengundurkan diri yaitu, Frans Judika Pasaribu Kadis …
07 Oct 2025 3.869 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com, – Wakil Bupati (Wabup) Humbang Hasundutan (Humbahas) Yunita Rebeka Marbun kaget karena Ajudannya Fricilia Damanik yang selama ini menemaninya saat bertugas, tiba-tiba dimutasi oleh bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan tanpa alasan, pernyataan ini diungkapkan saat Wabup Yunita Rebeka Marbun turut mengantarkan Fricilia Damanik ke tempat kerja baru di Kantor Kelurahan Pasar Doloksanggul, …
05 Aug 2025 3.282 views
Bulukumba, Vokalpublika.com -Aksi protes tidak biasa mengguncang Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba pada Selasa (5/8). Sejumlah warga bersama keluarga korban kecelakaan lalu lintas melakukan aksi simbolik dengan menggantungkan celana dalam dan bra di pagar kantor Kejari. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap penanganan perkara yang dinilai jauh dari rasa keadilan. Perkara kecelakaan maut tersebut …
05 Aug 2025 3.236 views
Bulukumba,Vokalpublika.com – Ratusan warga yang tergabung dalam aksi unjuk rasa melampiaskan kekecewaan mereka terhadap Kejaksaan Negeri Bulukumba dengan melempari kantor kejaksaan menggunakan telur dan kotoran sapi. Selasa, 5 Agustus 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes atas penanganan perkara kecelakaan lalu lintas yang dinilai tidak adil dan tidak transparan. Perkara kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi pada …
22 May 2025 2.674 views
Tanjungpinang, 22 Mei 2025 – Kasus penyelundupan narkotika kembali mengguncang perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Dalam dua pekan terakhir, aparat gabungan berhasil menggagalkan dua aksi penyelundupan sabu-sabu dengan total berat hampir 4 ton dari dua kapal berbeda di wilayah laut Karimun. Kapal pertama, berbendera Thailand, diamankan TNI AL pada 13 Mei 2025 di Selat Durian, …
14 May 2025 2.599 views
KARIMUN – DPC PROJO Kabupaten Karimun menyoroti langkah PT Anva Gemilang Bersama (AGB) yang meminta Pemerintah Kabupaten Karimun menerbitkan surat edaran resmi terkait jadwal pembuangan sampah. Permintaan tersebut dinilai tidak semestinya datang dari pihak ketiga yang hanya berperan sebagai pelaksana teknis. Sebelumnya, Manajer Operasional PT AGB menyampaikan kepada media bahwa pihaknya mengusulkan agar warga membuang …
28 Jul 2025 2.201 views
Nias Selatan, VokalPublika.com – Dugaan korupsi Dana Desa di Desa Caritas Sogawunasi, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan kembali mencuat. Kepala Desa (Kades) Faona Lala Giawa kini menjadi sorotan setelah warga melaporkan adanya penyimpangan pengelolaan dana dari tahun 2020 hingga 2024. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), …