Home » Berita » Hutan Tak Lagi Tumbuh di Lahan Bekas Tambang

Hutan Tak Lagi Tumbuh di Lahan Bekas Tambang

Redaksi 11 Jul 2025 202

Jakarta, Vokalpublika.com -Pemulihan hutan di lahan bekas tambang emas hampir mustahil dilakukan. Studi terbaru mengungkapkan, kerusakan tanah akibat aktivitas tambang telah menyebabkan hilangnya unsur hara dan sumber air, yang membuat tanaman sulit tumbuh kembali.

Advertisement
ADVERTISEMENT

Penelitian dilakukan oleh tim ilmuwan dari Universitas Southern California (USC), Amerika Serikat, di wilayah Amazon, Peru. Hasilnya dipublikasikan di jurnal Communications Earth & Environment pada awal Juli 2025.

Dalam studinya, peneliti menemukan bahwa metode penambangan emas dengan sistem isap (suction mining) menyebabkan tanah mengering, kehilangan kelembapan, dan menyimpan panas berlebih. Suhu tanah bahkan bisa mencapai 60 derajat Celsius, sehingga bibit pohon tak dapat bertahan hidup.

Baca juga:  Prabowo: Tak Usah Ribut Soal Whoosh, Tidak Ada Masalah — Saya yang Tanggung Jawab

“Kita tahu bahwa kerusakan tanah memperlambat pemulihan hutan. Tambang emas mengeringkan tanah dan membuatnya tidak ramah untuk pertumbuhan pohon baru,” kata Josh West, profesor Ilmu Kebumian dan Studi Lingkungan di USC, dikutip dari situs Eurekalert.org.

Tim peneliti menggunakan drone dan sensor tanah untuk memetakan dua lokasi bekas tambang di wilayah Madre de Dios, yang berada di perbatasan Brasil dan Bolivia. Mereka juga menemukan bahwa selain pencemaran logam berbahaya, cadangan air bawah tanah di lokasi tersebut turut hilang.

Baca juga:  ​Korban Penipuan Seleksi CPNS Laporkan Kasus ke Polres Pemalang Melalui Kuasa Hukum DS Law Office

Dampak tambang emas tak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat dan keanekaragaman hayati. Tanpa tata kelola lingkungan yang ketat, hutan yang rusak akibat tambang nyaris tidak bisa dipulihkan secara alami.

Kondisi serupa juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya di Manggamat, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Warga melaporkan pencemaran air sungai akibat aktivitas tambang emas skala kecil yang dilakukan tanpa pengawasan ketat.

Aktivitas pertambangan kerap meninggalkan dampak jangka panjang bagi lingkungan. Selain menyebabkan kerusakan hutan dan pencemaran air, tanah, serta udara, pertambangan juga membuat satwa kehilangan habitat dan masyarakat kehilangan sumber penghidupan.

Baca juga:  Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Surian, Parosil Mabsus Ajak Orang Tua Awasi Pergaulan Anak.

Para peneliti menyimpulkan bahwa upaya pemulihan hanya mungkin dilakukan dengan skala besar dan waktu yang panjang. Namun, dalam banyak kasus, kondisi tanah dan lingkungan sudah terlalu rusak untuk bisa kembali seperti semula

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Dukcapil Padang Raih Penghargaan Nasional Perlinsos Dukcapil Prima Award

Redaksi

06 Aug 2026

JAKARTA, Vokalpublika.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Padang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Dukcapil Padang menerima Penghargaan Perlinsos Dukcapil Prima Award pada ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil Tahun 2026 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/8/2026). ADVERTISEMENT Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kementerian …

PMI Sumbar Resmikan Mess Relawan, Perkuat Garda Terdepan Penanganan Bencana

Redaksi

05 Aug 2026

Padang, Vokalpublika.com – Komitmen memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana terus ditunjukkan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Barat. Kini, PMI Sumbar resmi memiliki Mess Relawan, sebuah fasilitas yang disiapkan khusus sebagai tempat istirahat sekaligus pusat pengembangan kapasitas para relawan kemanusiaan. ADVERTISEMENT Peresmian Mess Relawan yang berada di kompleks Markas PMI Sumbar, Rabu (5/8/2026), dilakukan oleh Ketua …

Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Satlantas Polresta Tanjungpinang Sambangi SD Negeri 006 Lewat Police Go To School

Redaksi

05 Aug 2026

Tanjungpinang, vokalpublika.com– Dalam rangka menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tanjungpinang melaksanakan kegiatan Police Go To School di SD Negeri 006 Tanjungpinang Timur, Senin (03/08/2026). ADVERTISEMENT Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polresta Tanjungpinang dengan memberikan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada para siswa …

​”Bopo Polah, Anak Kepradah”: Ironi Birokrasi Pemalang Pasca-OTT dan Ancaman Demosi ASN

Alwi Assagaf

05 Aug 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – ​Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro kembali mengejutkan publik dan merusak tatanan birokrasi Kabupaten Pemalang. ADVERTISEMENT Kasus yang menyeret dugaan pemerasan terhadap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kontraktor proyek, hingga praktik jual-beli jabatan ini bak dejavu kelam. Pemalang seolah terjebak dalam lingkaran setan korupsi kepemimpinan …

Tim Monitoring DPD ASWIN Kalbar Pantau Langsung Perbaikan Pipa Utama Perumdam Tirta Khatulistiwa, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Redaksi

05 Aug 2026

PONTIANAK, vokalpublika.com– Tim Monitoring DPD Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN) Kalimantan Barat melakukan pemantauan langsung terhadap pekerjaan perbaikan kebocoran pipa distribusi utama milik Perumdam Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak di Jalan Perdana, tepatnya di depan Simpang Jalan Reformasi, Senin (3/8/2026). Monitoring dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial guna memastikan proses penanganan gangguan berjalan sesuai prosedur dan pelayanan air …

PT Nusagatra Jaya Primatama ( PT. NJP ) Mengingkari Perjanjian kontrak Kerja PHK 3 karyawan Sebelum Kontrak berakhir.

Redaksi

05 Aug 2026

Probolinggo,-Vokalpublika.com,-Tiga karyawan PT Nusagatra Jaya Primatama salah satu vendor PT Kutai Timber Indonesia KTI, mengadu ke Kantor DPC KSPSI Kota Probolinggo Jawa Timur, terkait nasibnya yang tertimpa Pemutusan Hubungan Kerja PHK yang dinilai tidak jelas. ADVERTISEMENT Tiga karyawan dipekerjakan dengan sistem kerja PKWT perjanjian Kerja waktu tertentu oleh PT Nusagatra Jaya Primatama, dengan masa kontrak …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x