Home » Uncategorized » Diduga Dikeroyok Usai Bongkar Dana Desa, Laporan Warga di Polsek Lölöwa’u Mandek Berbulan-bulan

Diduga Dikeroyok Usai Bongkar Dana Desa, Laporan Warga di Polsek Lölöwa’u Mandek Berbulan-bulan

Redaksi 15 Jan 2026 243

Nias Selatan, vokalpubika.com – Seorang warga Desa Amorosa, Kecamatan Ulunoyo, Kabupaten Nias Selatan, Fatinaso Bu’ulolo, mengaku, menjadi korban pengeroyokan setelah melaporkan dugaan penyimpangan Dana Desa. Ironisnya, laporan yang telah disampaikan ke pihak kepolisian hingga kini disebut belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

Peristiwa bermula ketika korban melaporkan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Amorosa, kepada pihak terkait. Tak lama setelah laporan tersebut diketahui oleh Kepala Desa, korban menduga muncul upaya sistematis untuk membungkam dirinya.

Puncaknya terjadi pada 22 Mei 2025, saat berlangsung pertemuan pembentukan pengurus Koperasi Merah Putih di Desa Amorosa. Dalam pertemuan tersebut, korban diduga dipukuli secara bersama-sama oleh sejumlah orang yang disebut-sebut melibatkan aparat desa setempat.

Baca juga:  Pelayanan Kantah Dairi Dinilai Prima, Warga Apresiasi Proses Cepat dan Responsif

Atas kejadian itu, Fatinaso Bu’ulolo melaporkan kasus pengeroyokan tersebut ke Polsek Lölöwa’u. Namun hingga berbulan-bulan berlalu, korban mengaku belum melihat adanya tindakan hukum yang tegas, baik berupa pemanggilan saksi, penetapan tersangka, maupun perkembangan penyelidikan lainnya.

Kepada media, korban menyampaikan kekecewaannya terhadap kinerja aparat penegak hukum. Ia menduga adanya upaya memperlambat proses hukum, bahkan mengkhawatirkan laporannya sengaja difakumkan agar kasus tersebut berhenti begitu saja.

“Saya hanya ingin keadilan dan proses hukum yang transparan. Laporan sudah masuk, bukti dan saksi ada, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujar Fatinaso.

Baca juga:  Okta Alamsyah: Kerugian Negara dari FTZ Karimun Bukti Gagalnya Tata Kelola dan Pengawasan

Korban juga menyoroti sikap Kapolsek Lölöwa’u yang dinilai tidak menunjukkan keseriusan dalam menangani perkara tersebut. Ia berharap pihak Polres Nias Selatan maupun Polda Sumatera Utara dapat turun tangan untuk mengevaluasi dan memastikan penegakan hukum berjalan tanpa intervensi.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan kriminalisasi dan kekerasan terhadap warga yang berani melaporkan penyimpangan dana publik. Masyarakat pun mendesak agar aparat kepolisian bertindak profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum. (Deni Zega)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Akhir Perjuangan Panjang, Sertipikat Tanah Mbah Tupon Kembali ke Tangan yang Berhak

Clara T S

14 Apr 2026

BANTUL, D.I. YOGYAKARTAvokalpublika.comSetelah melalui proses hukum yang panjang dan penuh dinamika, sertipikat tanah milik Tupon Hadi Suwarno atau yang akrab disapa Mbah Tupon, warga Dusun Ngentak, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, akhirnya resmi kembali ke tangan yang berhak. Kepastian hukum tersebut menjadi penanda berakhirnya sengketa yang sempat menimbulkan kekhawatiran akibat dugaan praktik mafia tanah …

Aksi di Mapolres Dairi, Massa Soroti Mandeknya Penegakan Hukum: “Kami Menolak Ketidakadilan”

Clara T S

14 Apr 2026

DAIRI, VokalPublika.comSejumlah elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi di Mapolres Dairi, Senin (13/4/2026), sebagai bentuk protes terhadap kondisi penegakan hukum yang dinilai semakin memprihatinkan dan belum memenuhi rasa keadilan publik. Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan pernyataan sikap yang menyoroti sejumlah perkara hukum yang dianggap mandek, tidak transparan, serta terkesan berjalan tanpa kepastian. Mereka menilai kondisi ini …

“Bupati Dairi Melayat ke Rumah Duka Op. Emanuel Tamba Boru, Sampaikan Belasungkawa Mendalam”

Clara T S

14 Apr 2026

SIDIKALANG/vokalpublika.comBupati Dairi, Vickner Sinaga, melayat ke rumah duka almarhumah D. Br. Lumban Toruan (Op. Emanuel Tamba Boru) yang wafat pada usia 74 tahun. Rumah duka berada di Jalan Batu Kapur, Kecamatan Sidikalang, Minggu malam (12/04/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Dairi tersebut merupakan bentuk empati dan penghormatan kepada keluarga besar yang ditinggalkan, khususnya kepada …

Kades dan APH Bantah Isu Judi di Tanah Pinem–Tigalingga: “Hanya Warung Kopi Tempat Warga Bersosialisasi”

Clara T S

13 Apr 2026

DAIRI,vokalpublika comPemberitaan terkait dugaan maraknya praktik perjudian di sejumlah wilayah Kabupaten Dairi mendapat bantahan tegas dari pemerintah desa dan aparat penegak hukum (APH). Klarifikasi ini disampaikan setelah dilakukan peninjauan langsung ke lokasi yang disebutkan dalam informasi sebelumnya. Kepala Desa Tupak Raja, Kecamatan Tanah Pinem, Ulihta Ginting, menegaskan bahwa informasi mengenai adanya praktik perjudian, khususnya mesin …

Kepala Desa Harapan Tegaskan Galian C Milik Warga Bersifat Tradisional, Bantah Tuduhan Ilegal dan Merusak

Clara T S

13 Apr 2026

DAIRI,Vocalpublika.comPemerintah Desa Harapan, Kecamatan Tanah Pinem, memberikan klarifikasi tegas atas pemberitaan yang menyebut adanya aktivitas galian C ilegal yang merajalela di wilayah tersebut. Kepala Desa Harapan, Junaedi Tarigan, menilai informasi yang beredar cenderung tidak berimbang dan merugikan pihak keluarga pemilik lahan. Pernyataan ini disampaikan setelah Junaedi bersama tim turun langsung ke lokasi didampingi aparat penegak …

Dorong Percepatan Gizi Masyarakat, Wabup Dairi Ikuti Konsolidasi Program MBG Tingkat Sumut di Parapat

Clara T S

13 Apr 2026

DAIRI /vokalpublika comKomitmen memperkuat kualitas gizi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Dairi. Hal ini terlihat dari kehadiran Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, dalam rapat konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Hotel Niagara Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu (11/04/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x