- BeritaPolres Pelabuhan Tanjungperak Amankan Tersangka Penipuan PO Sembako Murah
- BeritaAntisipasi Kriminalitas dan Balap Liar, Polres Tanjung Perak Gelar Patroli Gelar Patroli Skala Besar
- BeritaDewan Pimpinan Cabang Persatuan Jurnalis Indonesia (DPC PJI) Kab. NGanjuk menggelar penghelatan Halal Bi Halal dan Peringatan Hari Jadi Nganjuk ke 1089 Th
- UncategorizedKades dan APH Bantah Isu Judi di Tanah Pinem–Tigalingga: “Hanya Warung Kopi Tempat Warga Bersosialisasi”
- UncategorizedKepala Desa Harapan Tegaskan Galian C Milik Warga Bersifat Tradisional, Bantah Tuduhan Ilegal dan Merusak
- UncategorizedDorong Percepatan Gizi Masyarakat, Wabup Dairi Ikuti Konsolidasi Program MBG Tingkat Sumut di Parapat

Dari Iklan ke Konten Viral Objektifikasi Perempuan di Media Digital
Oleh: Ermelinda Noh Wea
Dulu, tubuh perempuan hadir dalam iklan sabun, parfum, hingga mobil. Tidak untuk didengarkan, tetapi untuk dipandang. Ia menjadi pemikat mata, penggoda perhatian, dan akhirnya dijadikan alat jual beli. Kini, wajah-wajah baru dari praktik itu hadir di TikTok, Instagram Reels, YouTube dan segala bentuk konten digital lebih cepat, lebih masif, dan lebih halus.
Perempuan tetap jadi objek. Tapi kini, objektifikasi itu disulap menjadi hiburan, tren viral, atau bahkan pilihan personal. Perubahannya hanya pada medium, bukan pada nilai.
Perubahan media dari televisi ke digital tidak serta-merta mengubah cara perempuan direpresentasikan. Justru, dengan munculnya algoritma yang bekerja berdasarkan perhatian, eksploitasi tubuh perempuan mengalami percepatan dan pendalaman. Konten-konten yang menonjolkan sensualitas atau memperlihatkan tubuh perempuan seringkali mendapatkan engagement tinggi views, likes, shares, dan komentar yang membludak.
Algoritma menyukai apa yang membuat orang lama menatap layar. Dan tubuh perempuan, sayangnya, masih menjadi aset visual paling menguntungkan.
Banyak konten viral yang memperlihatkan perempuan menari dengan pakaian minim, atau video prank dengan unsur seksual terselubung, yang nyaris tidak bisa dibedakan dari bentuk pelecehan. Ironisnya, video seperti ini tidak hanya dibuat oleh laki-laki dan perempuanpun, seringkali tanpa sadar, ikut dalam siklus eksploitasi demi eksistensi digital.
Apakah ini bentuk kebebasan berekspresi? Atau justru bentuk baru dari tekanan sosial yang terselubung?
Objektifikasi perempuan bukan hanya tentang konten sensual. Ia hadir dalam narasi yang terus-menerus mengecilkan perempuan menjadi tampilan luar, kulit, tubuh, bibir, ukuran pinggang, bentuk payudara, gaya berpakaian. Perempuan yang tidak memenuhi standar ini dikomentari. Perempuan yang mencoba bicara soal hak tubuhnya, dibungkam atau diolok.
Di TikTok, banyak konten yang mengaku review fashion tapi sebenarnya hanya mengkritik bentuk tubuh perempuan lain. Di Instagram, para selebritas muda harus bersaing dalam menampilkan bentuk tubuh ideal demi tetap relevan di mata followers. Di YouTube, perempuan berpakaian seksi sering digunakan untuk meningkatkan klik meski isi videonya tidak relevan sama sekali.
Komentar-komentar seperti makin cantik sekarang, Body goals banget”, dll Semuanya menunjukkan bahwa tubuh perempuan adalah ruang publik yang bisa dikomentari bebas. Objektifikasi menjadi budaya. Dan budaya yang dinormalisasi adalah kekerasan yang dilegalkan.
Ada argumen yang sering dipakai untuk membela fenomena ini “Kan dia sendiri yang mengunggah, atau Tubuhnya, haknya”. Di sinilah letak jebakan yang lebih rumit. Ketika perempuan merasa harus terus menyesuaikan diri dengan algoritma demi relevansi sosial, maka apa yang tampak sebagai pilihan bisa jadi adalah paksaan tidak kasat mata.
Tekanan untuk selalu tampil menarik, seksi, dan sesuai standar kecantikan tidak muncul dari ruang hampa. Ia adalah hasil konstruksi sosial yang diproduksi dan diperkuat oleh media digital, iklan, dan budaya populer selama puluhan tahun.
Kita harus mulai mempertanyakan apakah benar perempuan bebas dalam ruang digital, atau justru makin dikungkung oleh standar yang semakin tidak masuk akal?
Objektifikasi perempuan di media digital tidak berhenti di layar. Ia menjalar ke dunia nyata ke dalam komentar yang melecehkan, pesan-pesan pribadi bernada seksual, hingga kekerasan berbasis gender secara langsung.
Studi menunjukkan bahwa paparan berlebih terhadap konten-konten yang menjadikan perempuan sebagai objek bisa menurunkan kepercayaan diri, meningkatkan gangguan citra tubuh, dan mendorong perilaku ekstrem seperti diet berlebihan, dismorfia tubuh, bahkan depresi.
Di sisi lain, lelaki yang tumbuh dengan konten seperti ini rentan menganggap perempuan sebagai objek seksual semata, bukan manusia utuh. Ini adalah benih dari kekerasan berbasis gender yang terus tumbuh di masyarakat.
Masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja bersama dari berbagai lini
- Platform Digital Harus Bertanggung Jawab
Instagram, TikTok, YouTube, dan platform lainnya perlu meninjau ulang algoritma yang memberi keuntungan pada konten seksis dan objektifikatif. Moderasi konten harus lebih ketat dan transparan. Edukasi kreator konten tentang etika digital harus jadi prioritas.
- Pendidikan Literasi Media Sejak Dini Anak-anak dan remaja perlu dikenalkan pada literasi media, bagaimana membedakan konten sehat dan tidak, bagaimana memahami manipulasi visual, dan bagaimana mengenali objektifikasi. Pendidikan gender yang adil harus masuk ke kurikulum formal dan nonformal.
- Perempuan Perlu Didukung Jadi Subjek Bukan Obyek
Kita perlu memberi panggung bagi perempuan untuk hadir sebagai pembuat narasi, bukan sekedar penghias visual. Dorong perempuan menjadi jurnalis, kreator konten yang berkualitas, peneliti, pembicara dan pemimpin. Representasi yang sehat menciptakan budaya yang sehat.
- Publik Harus Lebih Kritis
Kita sebagai pengguna media sosial punya tanggung jawab besar. Jangan dukung konten yang menjual tubuh perempuan. Jangan ikut menyebarkan. Laporkan. Dan lebih penting lagi dukung konten yang memberdayakan, mengedukasi, dan menghormati martabat manusia.
Objektifikasi bukan hanya soal pakaian yang terbuka atau konten yang sensual. Ia adalah pola pikir yang mereduksi manusia menjadi komoditas. Ia adalah budaya yang menyamakan nilai perempuan dengan jumlah likes dan komentar.
Sudah saatnya kita menolak budaya ini. Tidak dengan kemarahan kosong, tapi dengan kesadaran kritis, kerja nyata, dan solidaritas yang kuat. Dunia digital bisa menjadi ruang yang lebih sehat dan setara jika kita mau bekerja bersama untuk mengubahnya.
Perempuan bukan barang dagangan. Mereka adalah pemilik narasi. Dan sekarang, saatnya kita mendengarkan mereka bukan hanya menatap tubuh mereka.
Jika kita ingin masa depan digital yang beradab, kita harus mulai dari sekarang: membongkar cara kita melihat, berbicara, dan memperlakukan perempuan di dunia maya.
Redaksi
13 Apr 2026
TANJUNG PERAK,Vokalpublika.com|| Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak berhasil membongkar praktik penipuan dan penggelapan berkedok pesanan awal atau purchase order (PO) sembako murah yang menyasar ibu rumah tangga (IRT) di Surabaya. Terduga pelaku EA kini telah diamankan Polisi setelah membawa lari uang para korban yang total kerugiannya ditaksir mencapai Rp400.010.000. Aksi penipuan ini berlangsung dalam kurun waktu …
Redaksi
13 Apr 2026
TANJUNG PERAK, vokalpublika.com – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di akhir pekan, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar Patroli Stasioner Cipta Kondisi (Cipkon) skala besar pada Sabtu (12/4/2026) malam hingga dini hari. Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, aksi kriminalitas, hingga balap liar dan tawuran remaja. Kegiatan patroli …
Redaksi
13 Apr 2026
Nganjuk, vokalpublika.com -Atas nama ketua panitia penyelenggara kegiatan, DR. Junari S.Ag. MSi dalam sambutannya menyampaikan, “kegiatan halal bihalal 1447 H dan Peringatan Hari Jadi Kab . Nganjuk ke 1089 tahun, terselenggara karena soliditas dari Pengurus dan anggota DPC . PJI Kab. Nganjuk. Hal itu Faktualitas dari kerja keras dan terbinanya persaudaraan yang kuat di tubuh …
Redaksi
12 Apr 2026
Probolinggo,-vokalpublika.com,-Bantuan pangan alokasi Februari dan Maret 2026, beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter per KPMKeluarga Penerima Manfaat, disalurkan serentak se Indonesia. Program ini menyasar 33 hingga 35 juta KPM untuk menjaga daya beli saat Ramadan.Mulai disalurkan intensif sekitar awal April 2026 di berbagai daerah terpantau di Jakarta, Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.Target Penerima Masyarakat …
Alwi Assagaf
12 Apr 2026
Jakarta, Vokalpublika.com – Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun (LPS) Pemalang menggelar kegiatan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Sekretariat DPP Konfederasi Sarbumusi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Minggu (12/4). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur serikat pekerja, antara lain Serikat Pelaut LPS Pemalang, Federasi SPPSN, FSPPSN, serta Serikat Pelaut PELNI. Forum ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus …
Alwi Assagaf
12 Apr 2026
Pererat Silaturahmi, Paguyuban Alumni Kodim 0711/Pemalang Gelar Reuni Lintas Generasi PEMALANG – Keluarga besar alumni Kodim 0711/Pemalang menggelar kegiatan reuni dan halalbihalal di Rumah Makan SukaSari, Randudongkal, Minggu (12/4/2026). Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi serta menjaga komunikasi antar anggota, baik yang masih aktif maupun purnawirawan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kasdim …
17 Sep 2025 4.846 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com – Jadi Pertanyaan di tengah-tengah masyarakat pasalnya tiba-tiba 4 (empat) Kepala Dinas Dan 1 (satu) Asisten di pemerintahan Bupati Humbang Hasundutan Dr Oloan Paniaran Nababan SH, MH. Secara kompak mengundurkan diri. Dari Pantauan awak media ke 4 (empat) Kepala Dinas dan 1 (satu) Asisten yang mengundurkan diri yaitu, Frans Judika Pasaribu Kadis …
07 Oct 2025 3.869 views
Humbang Hasundutan, vokalpublika.com, – Wakil Bupati (Wabup) Humbang Hasundutan (Humbahas) Yunita Rebeka Marbun kaget karena Ajudannya Fricilia Damanik yang selama ini menemaninya saat bertugas, tiba-tiba dimutasi oleh bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan tanpa alasan, pernyataan ini diungkapkan saat Wabup Yunita Rebeka Marbun turut mengantarkan Fricilia Damanik ke tempat kerja baru di Kantor Kelurahan Pasar Doloksanggul, …
05 Aug 2025 3.282 views
Bulukumba, Vokalpublika.com -Aksi protes tidak biasa mengguncang Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba pada Selasa (5/8). Sejumlah warga bersama keluarga korban kecelakaan lalu lintas melakukan aksi simbolik dengan menggantungkan celana dalam dan bra di pagar kantor Kejari. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap penanganan perkara yang dinilai jauh dari rasa keadilan. Perkara kecelakaan maut tersebut …
05 Aug 2025 3.236 views
Bulukumba,Vokalpublika.com – Ratusan warga yang tergabung dalam aksi unjuk rasa melampiaskan kekecewaan mereka terhadap Kejaksaan Negeri Bulukumba dengan melempari kantor kejaksaan menggunakan telur dan kotoran sapi. Selasa, 5 Agustus 2025. Aksi ini merupakan bentuk protes atas penanganan perkara kecelakaan lalu lintas yang dinilai tidak adil dan tidak transparan. Perkara kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi pada …
22 May 2025 2.674 views
Tanjungpinang, 22 Mei 2025 – Kasus penyelundupan narkotika kembali mengguncang perairan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Dalam dua pekan terakhir, aparat gabungan berhasil menggagalkan dua aksi penyelundupan sabu-sabu dengan total berat hampir 4 ton dari dua kapal berbeda di wilayah laut Karimun. Kapal pertama, berbendera Thailand, diamankan TNI AL pada 13 Mei 2025 di Selat Durian, …
14 May 2025 2.599 views
KARIMUN – DPC PROJO Kabupaten Karimun menyoroti langkah PT Anva Gemilang Bersama (AGB) yang meminta Pemerintah Kabupaten Karimun menerbitkan surat edaran resmi terkait jadwal pembuangan sampah. Permintaan tersebut dinilai tidak semestinya datang dari pihak ketiga yang hanya berperan sebagai pelaksana teknis. Sebelumnya, Manajer Operasional PT AGB menyampaikan kepada media bahwa pihaknya mengusulkan agar warga membuang …
28 Jul 2025 2.201 views
Nias Selatan, VokalPublika.com – Dugaan korupsi Dana Desa di Desa Caritas Sogawunasi, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan kembali mencuat. Kepala Desa (Kades) Faona Lala Giawa kini menjadi sorotan setelah warga melaporkan adanya penyimpangan pengelolaan dana dari tahun 2020 hingga 2024. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), …