Home » Uncategorized » Benchmarking: Sumatera Utara Kaya Raya, Infrastruktur Tertinggal—Ketika Kerja Nyata Daerah Berhadapan dengan Lambannya Negara

Benchmarking: Sumatera Utara Kaya Raya, Infrastruktur Tertinggal—Ketika Kerja Nyata Daerah Berhadapan dengan Lambannya Negara

Clara T S 05 Jan 2026 294

Advertisement
ADVERTISEMENT

Oleh: Clara Siahaan
(Dikutip dan dikembangkan dari pemikiran Ir. Vickner Sinaga, MM)

Kunjungan dua hari Dahlan Iskan ke Kabupaten Dairi bukan sekadar silaturahmi. Ia menjadi cermin pembanding—benchmark—antara daerah yang bekerja dengan segala keterbatasan dan negara yang kerap lamban menunaikan keadilan pembangunan.

Terima kasih dan apresiasi tulus kami sampaikan kepada Pak Dahlan Iskan, sosok rendah hati dengan daya pengaruh pemikiran yang selalu besar. Salut pula kepada Ibu Nafsiah, pendamping setia beliau, puteri Borneo yang baru beberapa hari pascaoperasi lutut, beserta “kursi roda berjasa” yang setia menemani perjalanan menelusuri Taman Wisata Iman—ikon pariwisata spiritual yang lahir dari visi besar dan keberanian politik Bupati Dairi MP Tumanggor.

Taman Wisata Iman bukanlah proyek biasa. Ia dibangun bukan sekadar untuk dikunjungi, melainkan untuk meninggalkan jejak peradaban. Di masanya, MP Tumanggor membuktikan bahwa daerah mampu melahirkan karya berskala nasional, bahkan internasional, ketika kepemimpinan berani mengambil keputusan besar dan berpikir jauh melampaui batas periode jabatan.

Jejak kerja itu tidak terputus. Kepemimpinan dilanjutkan oleh Eddy Keleng Ate Berutu, yang mengarahkan pembangunan pada penguatan ekonomi rakyat. Bersama Ketua TP PKK Kabupaten Dairi, pembinaan penenun Silalahi dilakukan secara konsisten dan terstruktur—dari peningkatan kapasitas SDM, kualitas produk, hingga akses pasar. Hasilnya nyata: tenun Dairi bertransformasi dari produk lokal menjadi identitas budaya bernilai ekonomi.

Baca juga:  Kementerian ATR/BPN Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru 2026, Teguhkan Komitmen Pelayanan Pertanahan yang Profesional dan Modern

Ibu Nafsiah—akrab saya sapa Bu Dis—tidak sekadar memuji. Ia memborong berbagai produk tenun asli Dairi. Sebuah tindakan sederhana, namun sarat makna: pengakuan atas kualitas hasil kerja pembinaan daerah yang berkelanjutan.

Dairi juga hidup dalam denyut sosial dan spiritual: senam bersama masyarakat, perayaan Natal lintas denominasi di pelataran Gereja Katolik Sidikalang, kuliner khas Pondok Santai Kalang Simbara, hingga pesta durian rakyat. Semua ini menegaskan satu hal penting: daerah bekerja, masyarakat bergerak, dan pemimpin hadir di tengah rakyat.

Kami juga menyaksikan karya seni monumental: masterpiece Anggi Sudung Situmorang dengan rancangan arsitek Daulat Situmorang.
Yang telah memoles sosok sang
pahlawan nasional yang memiliki monumen yakni Letjen TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang atau TB Simatupang. TB Simatupang merupakan pahlawan yang lahir di Sidikalang 28 Januari 1920.Bahkan Patung Yesus di Sibeabea, Kabupaten Samosir—menurut Dahlan Iskan—lebih megah dibandingkan patung serupa di Rio de Janeiro, Brasil. Ini menunjukkan bahwa kualitas karya daerah tidak kalah dengan karya dunia.

Namun dua malam diskusi di pendopo membawa kami pada satu simpul kegelisahan besar: infrastruktur Sumatera Utara.

Baca juga:  3 SPBU di Tomohon Diduga Jadi Sarang Mafia Solar, APH dan Pertamina Dituding Tutup Mata

Kami sama-sama menggelengkan kepala saat membahas Jalan Nasional Medan–Sidikalang. Dua titik longsor di Lae Pondom dan satu di Lae Pandaro belum juga tertangani hingga pergantian tahun. Padahal, pemerintah daerah telah bekerja maksimal: membuka akses wilayah, menjaga stabilitas sosial, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Saya berulang kali mendatangi kantor BBPJN di Titi Kuning, Medan. Laporan yang saya sampaikan selalu sama: kecelakaan berulang, kemacetan panjang, dan kerugian ekonomi masyarakat. Janji pun berulang—akan memacu kinerja kontraktor.

Ketika saya bertanya, “Dairi dapat apa tahun 2026?”
Jawabannya mencengangkan: pelebaran jalan hanya 400 meter di ruas Lae Pondom–Tanjung Beringin, dari kebutuhan sekitar 18 kilometer. Di saat daerah bekerja dengan segala keterbatasan, kehadiran negara terasa begitu tipis. Saya pulang hanya membawa satu izin kecil: pengerjaan beram di ruas Letter S–Jembatan Lae Renun.

Usulan penanaman pohon sepanjang tujuh kilometer menuju Sumbul? Masih dikaji.

Diskusi berlanjut ke Medan–Berastagi. Kami sepakat: jalan alternatif adalah keharusan sejarah. Jalan peninggalan kolonial itu tak lagi sanggup menanggung beban zaman. Proposal Tol Medan–Berastagi telah lama ada, bahkan Gubernur Sumatera Utara telah bersurat ke Bappenas pertengahan 2025.

Saya menghubungi Prof. Johanes Tarigan, dosen USU yang terlibat dalam desain dan rekayasa proyek tersebut. Kesimpulan kami bertiga sederhana, pahit, namun jujur: masyarakat Sumatera Utara terlalu penyabar—bahasa halus dari ketidakadilan struktural.

Baca juga:  Dari Gelap Menuju Terang: Semangat Kartini Menginspirasi Perempuan ATR/BPN Melayani Negeri

Mari kita benchmark. Di Pulau Jawa, jalan tol telah mencapai ribuan kilometer. Sementara Tol Medan–Berastagi hanya sekitar 60 kilometer. Waktu tempuh ideal setengah jam—jika terwujud. Faktanya kini dua hingga tiga jam, itu pun jika tidak ada longsor atau truk besar patah as melintang di jalan.

Ironisnya, Sumatera Utara adalah lumbung energi nasional. Dari PLTA kawasan Danau Toba saja, potensi produksi mencapai sekitar Rp10 triliun per tahun dari kapasitas ±1.100 MW: PLTA Renun dan PLTA Asahan 1–5, semuanya beroperasi 24 jam. Bandingkan dengan PLTA Saguling di Jawa Barat yang hanya optimal beberapa jam per hari.

Daerah meninggalkan jejak karya.
Pemimpin lokal bekerja nyata.
Rakyat bertahan dengan kesabaran luar biasa.
Namun infrastruktur—urat nadi pembangunan—masih tertinggal.
Sumatera Utara kaya. Pemimpinnya telah membuktikan kerja nyata lintas periode.
Kini persoalannya bukan lagi mampu atau tidak, melainkan adil atau tidak.
Kesabaran tanpa keberpihakan hanya akan melanggengkan ketertinggalan.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Tim Penertiban PD Pasar Dairi Bersama Satpol PP Tertibkan Pedagang di Trotoar dan Area Parkir Secara Humanis

Clara T S

01 Aug 2026

Sidikalang,vokalpublika.comSabtu 1 Agustus 2026 , Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kabupaten Dairi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Dairi kembali melaksanakan kegiatan rutin penertiban pedagang yang masih berjualan di atas trotoar, badan jalan, serta area parkir di kawasan Pasar Sidikalang, Sabtu (1/8/2026). ADVERTISEMENT Kegiatan penertiban dipimpin langsung oleh Direktur Utama PD Pasar Kabupaten Dairi, …

Tim Gabungan Tertibkan PETI di Pegagan Hilir, 47 Camp dan Puluhan Peralatan Tambang Ilegal Dimusnahkan

Clara T S

01 Aug 2026

. ADVERTISEMENT DAIRI –vokalpublika.comTim gabungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dairi yang dipimpin langsung Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, menertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Hutan Lindung Desa Kuta Usang dan Desa Lingga Raja II, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, Jumat (31/7/2026). Sebanyak 350 personel gabungan diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka …

Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan Buka Evaluasi Setahun LANDLAB, Perkuat Kebijakan Pertanahan Modern Menuju Indonesia Emas 2045

Clara T S

31 Jul 2026

Jakarta – vokalpublika.comWakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, membuka Joint Coordinating Committee (JCC) 2nd Meeting bertajuk The Project for Capacity Development for Land Development Policy Making and Land Bank Management Improvement atau LANDLAB di Aula Prona, Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (28/7/2026). ADVERTISEMENT Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk …

Bupati Dairi Hadiri Entry Meeting Ombudsman RI 2026, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Clara T S

30 Jul 2026

MEDAN –vokalpublika.comBupati Dairi, Ir. Vickner Sinaga, M.M., menghadiri Entry Meeting Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Ombudsman Republik Indonesia Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik yang akan dilaksanakan Ombudsman RI mulai Agustus hingga November 2026. ADVERTISEMENT …

Pemkab Dairi Percepat Digitalisasi Keuangan Desa, Dorong Transparansi Melalui Transaksi Non Tunai

Clara T S

30 Jul 2026

DAIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi terus memperkuat reformasi tata kelola pemerintahan desa melalui penerapan sistem keuangan berbasis digital. Komitmen tersebut diwujudkan dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Dairi Nomor 13 Tahun 2026 tentang Implementasi Transaksi Non Tunai Keuangan Desa, sebagai landasan dalam mendorong pengelolaan keuangan desa yang lebih transparan, akuntabel, efektif, dan efisien. ADVERTISEMENT Sebagai tindak …

AWS Hadir di Dairi, Perkuat Pertanian Modern dan Sistem Peringatan Dini Bencana

Clara T S

30 Jul 2026

DAIRI –vokalpublika comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi terus memperkuat transformasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui pemanfaatan teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pengelolaan Automatic Weather Station (AWS) beserta sarana pendukungnya antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dairi dan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, setelah …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x