Home » Berita » Belajar dari Para Petarung Sejati Negeri Ini Dream, Believe, and Make It Happen

Belajar dari Para Petarung Sejati Negeri Ini Dream, Believe, and Make It Happen

Admin 27 Jul 2025 688

Oleh: Ermelinda Noh Wea

Vokalpublika.com Di negeri ini, ada banyak kisah yang tidak tertulis. Ia tidak terdengar di forum-forum mewah atau disorot oleh lensa kamera, tetapi hidup dan berdenyut dalam keseharian kita. Kisah-kisah itu milik orang-orang biasa yang menjalani hidup dengan keberanian luar biasa. Mereka adalah petarung sejati bukan karena gelar atau jabatan, tapi karena kegigihan mereka untuk tetap bermimpi, tetap percaya, dan tetap berjalan, bahkan ketika jalan itu gelap, sunyi, dan penuh duri.

Kita hidup dalam masa yang kerap membuat orang merasa kecil. kesenjangan, ketidakadilan, dan tekanan hidup membuat banyak orang kehilangan keberanian untuk bermimpi. Tapi di antara reruntuhan harapan itu, ada yang tetap berdiri tegak. Mereka yang menolak tunduk pada nasib. Mereka yang memilih untuk menyalakan cahaya kecil di dalam diri mereka dan berjalan dengan cahaya itu, seberapapun redupnya.

Dan dari merekalah, kita belajar bahwa sesungguhnya inti dari kehidupan bukanlah tentang siapa yang paling cepat sampai di garis akhir, tetapi siapa yang tetap melangkah, walau tertatih. Siapa yang masih percaya pada mimpinya, meski orang lain menganggapnya mustahil. Siapa yang bersedia menciptakan keajaiban dalam keheningan.

Mimpi yang bertahan dalam kesunyian.
Di sebuah desa di ujung timur Indonesia, ada anak kecil yang setiap pagi berjalan kaki sejauh lima kilometer hanya untuk bisa bersekolah. Ia tidak pernah tahu apakah besok akan tetap ada buku, atau apakah ia akan bisa lanjut ke jenjang berikutnya. Tapi ia tetap berjalan. Ia tetap belajar. Ia tetap bermimpi.

Baca juga:  Presiden Prabowo Jenguk Polisi dan Masyarakat Korban Aksi Demonstrasi

Mimpi adalah sesuatu yang sangat sederhana namun sangat mendalam. Ia tidak membutuhkan ijin siapapun untuk hadir. Tapi ia membutuhkan keberanian luar biasa untuk dijaga. Di negeri ini, ribuan orang bermimpi di tengah kondisi yang nyaris membuat mereka berhenti percaya anak-anak dari keluarga miskin yang ingin jadi dokter, guru, atau arsitek. Petani yang ingin menguliahkan anaknya. Pedagang kecil yang ingin membuka toko yang lebih layak. Mereka bermimpi bukan untuk mewah, tapi untuk hidup lebih manusiawi.

Yang menyentuh dari mimpi mereka adalah kejujurannya. Bukan mimpi untuk bersaing, tetapi mimpi untuk bertahan, untuk memperbaiki, untuk membawa secercah harapan bagi orang-orang terdekat.

Kepercayaan yang tidak mudah patah. Jika mimpi adalah benih, maka keyakinan adalah tanah tempat ia bertumbuh. Keyakinan itulah yang menghidupi langkah-langkah kecil mereka. Para petarung sejati ini bukan orang-orang yang hidup dalam kelimpahan. Banyak dari mereka hidup dalam kekurangan. Tapi justru karena itulah mereka percaya. Mereka percaya, bukan karena segalanya mudah, tapi karena mereka tahu bahwa menyerah bukan pilihan.

Lihatlah para guru honorer yang terus mengabdi di sekolah-sekolah pelosok, dengan gaji tidak layak tapi tetap setia mendidik. Lihatlah para tenaga medis di desa terpencil yang berjalan berjam-jam hanya untuk mengunjungi satu pasien. Lihatlah para ibu yang bangun lebih pagi dan tidur lebih malam demi anak-anaknya bisa sekolah.

Baca juga:  Polsek Semampir Tangkap DPO Kasus Pencurian di Gudang Benteng Indonesia

Di wajah mereka, tidak ada sorotan. Tapi dalam mata mereka, ada tekad yang tidak tergoyahkan. Mereka percaya bahwa setiap langkah mereka punya makna. Bahwa kerja mereka tidak sia-sia. Bahwa hidup yang sederhana tetap bisa dijalani dengan penuh harga diri.

Tindakan kecil, dampak besar. Ada satu hal yang menjadi benang merah dari semua petarung sejati ini mereka tidak hanya bermimpi dan percaya, tapi juga bertindak. Tindakan mereka tidak besar, tidak bombastis, tidak viral. Tapi justru karena itulah ia tulus dan kuat.

Seorang ayah yang berjualan keliling sambil membaca buku di sela-sela waktu agar bisa ikut ujian paket C. Seorang mahasiswa yang kuliah sambil bekerja sebagai ojek daring, lalu mengirim uang untuk adiknya di kampung. Seorang perempuan difabel yang membuka tempat menjahit kecil dan mempekerjakan sesama penyandang disabilitas. Mereka tidak menunggu kesempatan datang. Mereka menciptakan jalan mereka sendiri, dengan tangan mereka sendiri.

Dan tindakan-tindakan itu, sekecil apapun, memberi dampak besar. Karena setiap upaya, betapapun sederhana, menginspirasi. Mereka adalah bukti nyata bahwa perubahan bukan monopoli mereka yang berkuasa, tetapi juga milik mereka yang berani bertindak.

Nilai yang harus dihidupkan kembali.
Hari ini, kita hidup dalam masyarakat yang terlalu sibuk mengejar pencapaian instan, terlalu cepat menghakimi kegagalan, dan terlalu mudah kehilangan empati. Maka kita perlu kembali belajar dari para petarung sejati negeri ini. Belajar tentang ketekunan. tentang kejujuran. tentang kesabaran. tentang harapan yang tidak pudar meski digerus waktu.

Baca juga:  Tito Karnavian: 300 BUMD Merugi Rp 5,5 Triliun, Banyak Diisi Timses Tak Profesional

Nilai “Dream, Believe, and Make It Happen” bukan slogan motivasi kosong. Ia adalah prinsip hidup yang dibangun dari realitas, dari penderitaan, dari keringat dan air mata. Ia mengajarkan kita bahwa untuk berhasil, kita tidak perlu sempurna. Kita hanya perlu sungguh-sungguh.

Negeri ini dibangun oleh mimpi dan tindakan orang biasa.
Negeri ini tidak hanya dibangun oleh pidato-pidato besar, tetapi oleh kerja diam-diam orang biasa. Oleh para petarung sejati yang memilih untuk tidak menyerah. Yang memilih untuk tetap bermimpi, meski langit tampak mendung. Yang memilih untuk percaya, meski tidak ada jaminan. Yang memilih untuk bertindak, meski hasilnya tidak instan.

Jika kita ingin melihat masa depan Indonesia yang lebih baik, maka belajarlah dari mereka. Hormati perjuangan mereka. Dukung langkah mereka. Karena merekalah fondasi sejati bangsa ini. Merekalah yang menjaga nyala harapan agar tidak padam.

Dan mungkin, dalam diri kita masing-masing, ada bagian dari petarung itu. Tinggal apakah kita cukup berani untuk menghidupkannya

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Wakil Bupati Dairi Hadiri Tausiyah dan Buka Puasa Bersama Pelaku UMKM di Taman Rekreasi Sidikalang

Clara T S

09 Mar 2026

SIDIKALANG/vokalpublika.comWakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, menghadiri kegiatan tausiyah dan buka puasa bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kabupaten Dairi yang digelar di Taman Rekreasi Sidikalang, Minggu (8/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan ini diikuti oleh para pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kabupaten Dairi, serta masyarakat sekitar …

Tanpa Migas Batam Tetap Tancap Gas: Ekonomi Tumbuh 6,76%, Tertinggi di Kepri dan Lampaui Nasional

Redaksi

09 Mar 2026

Batam, vokalpublika.com— Perekonomian Kota Batam menunjukkan kinerja yang semakin solid sepanjang tahun 2025. Tanpa bergantung pada sektor minyak dan gas, Batam berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen (year-on-year), menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau …

BPN Dairi Serahkan Sertipikat Tunggakan PTSL kepada Desa Jumateguh dan Adian Nangka

Clara T S

09 Mar 2026

DAIRI/vokalpublika.comUpaya percepatan kepastian hukum hak atas tanah bagi masyarakat terus dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Dairi. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan penyelesaian sertipikat tunggakan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada Pemerintah Desa Jumateguh dan Desa Adian Nangka, Jumat (6/3/2026). Penyerahan dokumen sertipikat tunggakan tersebut dilakukan langsung oleh Koordinator Substansi (Korsub) Kantor Pertanahan Kabupaten Dairi …

Merasa Disudutkan, Gafur dan Mazlan Beri Penjelasan Terkait Pemberitaan Dana Hantu

Redaksi

09 Mar 2026

Meranti,vokalpublika.com – terkait pemberitaan disalah satu Portal Media Online yang terkesan menyudutkan 2 (Dua) Pejabat di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan judul “MISTERI “DANA HANTU” 854 JUTA SEKWAN MERANTI: MAZLAN & GAPUR SALING TUDUH, GOHUKRIM TELUSURI DOKUMEN SPPD DAN BELANJA OPERASIONAL TA 2024” ini langsung direspon dengan cepat oleh yang bersangkutan. Pemberitaan dinilai tidak professional dan …

Dharma Wanita Kecamatan Pemalang Bagikan 200 Takjil di Depan Kantor Kecamatan, Wujud Kepedulian Ramadan

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Lalu lintas di depan Kantor Kecamatan Pemalang pada Minggu sore tampak sedikit melambat. Beberapa pengendara yang melintas dihentikan sejenak oleh ibu-ibu Dharma Wanita yang berdiri di tepi jalan.Bukan razia, melainkan aksi berbagi takjil untuk mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. Sekitar 200 paket takjil dibagikan kepada pengguna jalan …

Aliansi Wartawan Pantura Bersatu Gelar HPN dan Buka Puasa Bersama Anak – Anak Istimewa di Pendopo Kecamatan Pemalang

Alwi Assagaf

08 Mar 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) menggelar kegiatan santunan anak yatim dan piatu serta buka puasa bersama di Pendopo Kecamatan Pemalang, Minggu (8/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta insan pers Kabupaten Pemalang. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 27 anak yatim dan piatu menerima santunan serta bingkisan secara simbolis dari panitia AWPB. …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x