Home » Berita » Rumah Digeruduk Massa, Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan NasDem dari DPR RI

Rumah Digeruduk Massa, Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan NasDem dari DPR RI

Admin 31 Aug 2025 247

Jakarta, vokalpublika.com – Gelombang kemarahan rakyat atas ucapan dua anggota DPR RI Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, berujung pada tindakan ekstrem. Kediaman pribadi keduanya digeruduk massa yang melampiaskan kekecewaan akibat pernyataan kontroversial mereka di Senayan. Situasi yang tak terkendali itu mendorong Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan keduanya dari status keanggotaan DPR RI.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, bersama Sekretaris Jenderal Hermawi F. Taslim melalui siaran pers resmi pada Minggu (31/8/2025) malam. Penonaktifan berlaku efektif mulai Senin, 1 September 2025.
“Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat, ternyata ada pernyataan dari wakil rakyat, khususnya Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat. Hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem,” tegas Paloh dalam maklumatnya.

Paloh menambahkan, Partai NasDem menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa di tengah gelombang protes rakyat belakangan ini. Menurutnya, aspirasi masyarakat harus tetap menjadi kompas utama perjuangan politik NasDem.

Baca juga:  DPD Partai Golkar Nganjuk Gelar Ziarah dan Tasyakuran HUT ke-61, Tegaskan Semangat Kebersamaan dan Pengabdian

Massa Mengamuk, Rumah Digeruduk

Amukan rakyat terhadap Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach pecah usai keduanya melontarkan pernyataan yang dianggap merendahkan jeritan masyarakat terkait tunjangan dan gaji anggota DPR. Kediaman pribadi Sahroni dan Nafa di Jakarta menjadi sasaran aksi massa yang marah. Aksi tersebut berlangsung ricuh hingga menimbulkan kerusakan parah di kediaman kedua politisi itu.

Gelombang protes masyarakat sendiri sudah berlangsung sepekan terakhir, dipicu oleh rasa ketidakadilan atas fasilitas dan privilese yang diterima anggota dewan di tengah krisis ekonomi.

Sahroni Coba Klarifikasi, Tapi Terlambat

Sebelumnya, Ahmad Sahroni sempat mencoba meredam kemarahan publik. Dalam keterangannya, ia menyatakan mendukung penuh evaluasi total atas tunjangan DPR RI. Ia bahkan menegaskan seluruh gaji dan tunjangan yang selama ini diterimanya telah ia kembalikan ke masyarakat.
“Saya dukung evaluasi tunjangan yang diterima anggota DPR RI. Setuju evaluasi secara total. Semua gaji dan tunjangan dari dulu selalu saya berikan kembali ke masyarakat, itu wajib,” kata Sahroni dalam keterangan persnya.

Baca juga:  8 Ribu P3K Bekasi Kolaps, Walikota Tri Adhianto Dinilai Abai

Namun klarifikasi tersebut gagal meredam gejolak. Publik terlanjur menilai pernyataan awal Sahroni sebagai bentuk arogansi politik yang mencederai suara rakyat.

Langkah Tegas NasDem

Partai NasDem tak menunggu lama. Selain menonaktifkan keduanya, partai juga menggeser posisi strategis di parlemen. Sebelumnya, Sahroni telah dicopot dari kursi Wakil Ketua Komisi III DPR dan dipindahkan menjadi anggota Komisi I DPR. Posisinya di Komisi III kini diisi oleh Rusdi Masse Mappasessu.

Sekjen NasDem, Hermawi F. Taslim, menegaskan keputusan ini diambil setelah Ketua Umum Surya Paloh mencermati secara mendalam dinamika yang terjadi di tengah masyarakat.
“Perjuangan Partai NasDem adalah kristalisasi semangat kerakyatan yang bertumpu pada tujuan nasional bangsa sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Maka setiap langkah kader yang menyimpang dari prinsip itu, harus ditindak,” ujar Hermawi.

Krisis Kepercayaan Publik

Baca juga:  BKKBN Sulsel Gelar Fasilitasi Intensifikasi Pelayanan KB di Luwu: Angka Kelahiran Turun Jadi 23%

Kasus Sahroni dan Nafa menjadi potret krisis kepercayaan publik terhadap parlemen. Amarah rakyat yang meledak hingga berujung pada penjarahan rumah legislator memperlihatkan jurang yang kian lebar antara wakil rakyat dengan konstituennya.

Pengamat politik menilai, langkah NasDem menonaktifkan keduanya merupakan upaya penyelamatan wajah partai di tengah badai kritik. Namun, publik masih menunggu apakah kebijakan ini akan diikuti dengan langkah-langkah nyata dalam reformasi internal partai maupun parlemen secara keseluruhan.

Surya Paloh sendiri menegaskan, “Aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama perjuangan Partai NasDem. Tidak ada kompromi bagi setiap penyimpangan dari garis perjuangan ini.”

Keputusan tegas ini menandai babak baru dalam perjalanan NasDem menghadapi ujian besar kepercayaan publik. Namun, apakah langkah ini cukup untuk meredam gelombang amarah rakyat, masih menjadi tanda tanya besar.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
Hadirkan Infrastruktur Baru, Dandim Pemalang Tutup TMMD Sengkuyung I di Desa Surajaya

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com — Komandan Kodim (Dandim) 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif, S.Hub.Int., secara resmi menutup kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026. Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Surajaya, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (11/3/2026). ​Mengangkat tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa,” program ini …

​Korban Penipuan Seleksi CPNS Laporkan Kasus ke Polres Pemalang Melalui Kuasa Hukum DS Law Office

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

​Pemalang, Vokalpublika.com – Andi Ashadi Haris, didampingi Kuasa Hukum Adv. David Santosa, S.H. dan paralegal Ali Afandi dari DS LAW OFFICE, resmi melayangkan aduan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pemalang atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Aduan tersebut berbunyi pada (HAT) warga Klareyan, Pemalang. ​Perkara ini bermula sekitar tahun 2017-2018, saat pelapor, …

​Ikatan Wartawan Online Indonesia Desak KPK Segera Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Bupati Bekasi

Alwi Assagaf

11 Mar 2026

​BEKASI, Vokalpublika.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menetapkan status tersangka terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam skandal suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Desakan ini muncul setelah daftar penerima aliran dana terungkap dalam persidangan pengusaha Sarjan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 9 Maret 2026. ​Ketua …

Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Pesisir Barat Belum Tetapkan Tersangka, Keluarga Korban Tunggu Kepastian Hukum

Redaksi

11 Mar 2026

Pesisir barat Vokalpublika.com-Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur di wilayah Kabupaten Pesisir Barat menuai sorotan dari pihak keluarga korban. Pelapor yang juga orang tua korban, Edi Pasal, mengaku masih menantikan kepastian hukum dari proses penyidikan yang tengah berjalan di Polres Pesisir Barat. Peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi melalui Laporan Polisi Nomor: …

Aliansi Wartawan Pantura Bersatu Sayangkan Insiden Penghalangan Tugas Jurnalistik Saat Gubernur Serahkan SK Plt Bupati Pekalongan

Alwi Assagaf

10 Mar 2026

​Pekalongan, Vokalpublika.com – Sejumlah wartawan melakukan aksi protes dengan meletakkan kartu pers di lantai saat acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan kepada Sukirman, Senin (9/3/2026). Aksi ini dipicu oleh adanya penghalangan akses peliputan bagi awak media oleh petugas di lokasi acara.​Peristiwa bermula saat para jurnalis hendak memasuki ruang acara resmi yang …

​Optimalkan Konektivitas, TNI Hadir dalam Launching 200 Titik Jembatan Garuda di Pemalang

Alwi Assagaf

10 Mar 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Dalam upaya memperkuat infrastruktur dan aksesibilitas masyarakat, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan peluncuran program 200 Titik Jembatan Garuda secara virtual pada Senin 9 Maret 2026. Acara ini diikuti secara serentak oleh satuan TNI di seluruh pelosok tanah air, termasuk Kodim 0711/Pemalang yang menggelar video conference terpusat di …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x