Home » Berita » Belajar dari Para Petarung Sejati Negeri Ini Dream, Believe, and Make It Happen

Belajar dari Para Petarung Sejati Negeri Ini Dream, Believe, and Make It Happen

Admin 27 Jul 2025 838

Oleh: Ermelinda Noh Wea

Advertisement
ADVERTISEMENT

Vokalpublika.com Di negeri ini, ada banyak kisah yang tidak tertulis. Ia tidak terdengar di forum-forum mewah atau disorot oleh lensa kamera, tetapi hidup dan berdenyut dalam keseharian kita. Kisah-kisah itu milik orang-orang biasa yang menjalani hidup dengan keberanian luar biasa. Mereka adalah petarung sejati bukan karena gelar atau jabatan, tapi karena kegigihan mereka untuk tetap bermimpi, tetap percaya, dan tetap berjalan, bahkan ketika jalan itu gelap, sunyi, dan penuh duri.

Kita hidup dalam masa yang kerap membuat orang merasa kecil. kesenjangan, ketidakadilan, dan tekanan hidup membuat banyak orang kehilangan keberanian untuk bermimpi. Tapi di antara reruntuhan harapan itu, ada yang tetap berdiri tegak. Mereka yang menolak tunduk pada nasib. Mereka yang memilih untuk menyalakan cahaya kecil di dalam diri mereka dan berjalan dengan cahaya itu, seberapapun redupnya.

Dan dari merekalah, kita belajar bahwa sesungguhnya inti dari kehidupan bukanlah tentang siapa yang paling cepat sampai di garis akhir, tetapi siapa yang tetap melangkah, walau tertatih. Siapa yang masih percaya pada mimpinya, meski orang lain menganggapnya mustahil. Siapa yang bersedia menciptakan keajaiban dalam keheningan.

Mimpi yang bertahan dalam kesunyian.
Di sebuah desa di ujung timur Indonesia, ada anak kecil yang setiap pagi berjalan kaki sejauh lima kilometer hanya untuk bisa bersekolah. Ia tidak pernah tahu apakah besok akan tetap ada buku, atau apakah ia akan bisa lanjut ke jenjang berikutnya. Tapi ia tetap berjalan. Ia tetap belajar. Ia tetap bermimpi.

Baca juga:  KPU Kota Probolinggo Tuntaskan Proses Pemuktahiran Data Pemilih Triwulan ke-IV Tahun 2025.

Mimpi adalah sesuatu yang sangat sederhana namun sangat mendalam. Ia tidak membutuhkan ijin siapapun untuk hadir. Tapi ia membutuhkan keberanian luar biasa untuk dijaga. Di negeri ini, ribuan orang bermimpi di tengah kondisi yang nyaris membuat mereka berhenti percaya anak-anak dari keluarga miskin yang ingin jadi dokter, guru, atau arsitek. Petani yang ingin menguliahkan anaknya. Pedagang kecil yang ingin membuka toko yang lebih layak. Mereka bermimpi bukan untuk mewah, tapi untuk hidup lebih manusiawi.

Yang menyentuh dari mimpi mereka adalah kejujurannya. Bukan mimpi untuk bersaing, tetapi mimpi untuk bertahan, untuk memperbaiki, untuk membawa secercah harapan bagi orang-orang terdekat.

Kepercayaan yang tidak mudah patah. Jika mimpi adalah benih, maka keyakinan adalah tanah tempat ia bertumbuh. Keyakinan itulah yang menghidupi langkah-langkah kecil mereka. Para petarung sejati ini bukan orang-orang yang hidup dalam kelimpahan. Banyak dari mereka hidup dalam kekurangan. Tapi justru karena itulah mereka percaya. Mereka percaya, bukan karena segalanya mudah, tapi karena mereka tahu bahwa menyerah bukan pilihan.

Lihatlah para guru honorer yang terus mengabdi di sekolah-sekolah pelosok, dengan gaji tidak layak tapi tetap setia mendidik. Lihatlah para tenaga medis di desa terpencil yang berjalan berjam-jam hanya untuk mengunjungi satu pasien. Lihatlah para ibu yang bangun lebih pagi dan tidur lebih malam demi anak-anaknya bisa sekolah.

Baca juga:  Kodim 0711/Pemalang Percepat Mobilitas Desa Sikasur Lewat Jembatan Garuda

Di wajah mereka, tidak ada sorotan. Tapi dalam mata mereka, ada tekad yang tidak tergoyahkan. Mereka percaya bahwa setiap langkah mereka punya makna. Bahwa kerja mereka tidak sia-sia. Bahwa hidup yang sederhana tetap bisa dijalani dengan penuh harga diri.

Tindakan kecil, dampak besar. Ada satu hal yang menjadi benang merah dari semua petarung sejati ini mereka tidak hanya bermimpi dan percaya, tapi juga bertindak. Tindakan mereka tidak besar, tidak bombastis, tidak viral. Tapi justru karena itulah ia tulus dan kuat.

Seorang ayah yang berjualan keliling sambil membaca buku di sela-sela waktu agar bisa ikut ujian paket C. Seorang mahasiswa yang kuliah sambil bekerja sebagai ojek daring, lalu mengirim uang untuk adiknya di kampung. Seorang perempuan difabel yang membuka tempat menjahit kecil dan mempekerjakan sesama penyandang disabilitas. Mereka tidak menunggu kesempatan datang. Mereka menciptakan jalan mereka sendiri, dengan tangan mereka sendiri.

Dan tindakan-tindakan itu, sekecil apapun, memberi dampak besar. Karena setiap upaya, betapapun sederhana, menginspirasi. Mereka adalah bukti nyata bahwa perubahan bukan monopoli mereka yang berkuasa, tetapi juga milik mereka yang berani bertindak.

Nilai yang harus dihidupkan kembali.
Hari ini, kita hidup dalam masyarakat yang terlalu sibuk mengejar pencapaian instan, terlalu cepat menghakimi kegagalan, dan terlalu mudah kehilangan empati. Maka kita perlu kembali belajar dari para petarung sejati negeri ini. Belajar tentang ketekunan. tentang kejujuran. tentang kesabaran. tentang harapan yang tidak pudar meski digerus waktu.

Baca juga:  Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Akibatkan Dua Rumah Warga Tambakrejo - Pemalang Rusak

Nilai “Dream, Believe, and Make It Happen” bukan slogan motivasi kosong. Ia adalah prinsip hidup yang dibangun dari realitas, dari penderitaan, dari keringat dan air mata. Ia mengajarkan kita bahwa untuk berhasil, kita tidak perlu sempurna. Kita hanya perlu sungguh-sungguh.

Negeri ini dibangun oleh mimpi dan tindakan orang biasa.
Negeri ini tidak hanya dibangun oleh pidato-pidato besar, tetapi oleh kerja diam-diam orang biasa. Oleh para petarung sejati yang memilih untuk tidak menyerah. Yang memilih untuk tetap bermimpi, meski langit tampak mendung. Yang memilih untuk percaya, meski tidak ada jaminan. Yang memilih untuk bertindak, meski hasilnya tidak instan.

Jika kita ingin melihat masa depan Indonesia yang lebih baik, maka belajarlah dari mereka. Hormati perjuangan mereka. Dukung langkah mereka. Karena merekalah fondasi sejati bangsa ini. Merekalah yang menjaga nyala harapan agar tidak padam.

Dan mungkin, dalam diri kita masing-masing, ada bagian dari petarung itu. Tinggal apakah kita cukup berani untuk menghidupkannya

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Bangsa Berduka, Putra Terbaik Gugur di Medan Tugas: Ketum FRIC H. Dian Surahman Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Gugurnya Bripka (Anumerta) Fredy Lukas Awes

Redaksi

25 Jul 2026

Vokalpublika.com – Jakarta, 24 Juli 2026 – Duka mendalam kembali menyelimuti keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia. Salah satu putra terbaik bangsa, Bripka (Anumerta) Fredy Lukas Awes, personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, gugur saat menjalankan tugas negara di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. ADVERTISEMENT Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga dan rekan …

Wakil Wali Kota Dicky Chandra Buka Ibing Pasanggiri Se-Priangan Timur, Ketua DPC FRIC Tasikmalaya Tegaskan Dukungan untuk Pelestarian Pencak Silat

Redaksi

25 Jul 2026

Vokalpublika.com – Tasikmalaya-Semangat pelestarian budaya bangsa berpadu dengan pembinaan generasi muda mewarnai pelaksanaan Ibing Pasanggiri Se-Priangan Timur DPD PPSI Kota Tasikmalaya yang digelar hari ini (24/7/2026). ADVERTISEMENT Kegiatan bergengsi tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra, dan dihadiri berbagai tokoh, insan pencak silat, serta elemen masyarakat yang memiliki komitmen terhadap pelestarian …

Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Siap Digelar, Libatkan Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas

Redaksi

25 Jul 2026

Vokalpublika.com – Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menggelar Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Mengusung tema “Membangun Prestasi untuk Negeri”, turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema besar “Polri untuk Masyarakat.” ADVERTISEMENT Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026 akan berlangsung pada …

​Perkuat Budaya Gotong Royong, ASN Kecamatan Pemalang Bebenah Demi Kenyamanan Masyarakat

Alwi Assagaf

24 Jul 2026

Pemalang, Vokalpublika.com — Pemerintah Kecamatan Pemalang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan lingkungan kerja dan pelayanan publik yang representatif melalui kegiatan kerja bakti rutin “Jumat Bersih”, Jumat (24/7/2026). ADVERTISEMENT ​Kegiatan korve yang dipusatkan di seluruh area Kantor Kecamatan Pemalang tersebut diikuti oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), staf, dan karyawan tanpa terkecuali. ​Aksi ini bukan sekadar …

​Sinergi Pemerintah Kecamatan Ulujami dan Warga Kertosari: Dorong Kebersihan Lingkungan dan Serap Aspirasi Desa

Alwi Assagaf

24 Jul 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Sekretaris Kecamatan Ulujami memimpin aksi gotong royong kebersihan lingkungan di Desa Kertosari. Kegiatan ini melibatkan staf kecamatan, ASN Dinas Satu Atap Ulujami, serta warga setempat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan, kesehatan, dan keindahan wilayah, Jumat 24 Juli 2026. ADVERTISEMENT ​Desa Kertosari dikenal memiliki potensi ekonomi dan pariwisata yang kuat. Selain menjadi …

AWPB Bongkar dan Tuntut Transparansi Anggaran Publikasi, Komisi A DPRD Pemalang Minta Diskominfo Buka Data

Alwi Assagaf

24 Jul 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Rapat dengar pendapat di Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang berlangsung hangat pada Jumat lalu. Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran publikasi dan kemitraan media oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang, Jumat 24 Juli 2026. ADVERTISEMENT ​AWPB menilai pola kemitraan Diskominfo belum mencerminkan kepatuhan terhadap prinsip keterbukaan dan …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x