Home » Berita » Belajar dari Para Petarung Sejati Negeri Ini Dream, Believe, and Make It Happen

Belajar dari Para Petarung Sejati Negeri Ini Dream, Believe, and Make It Happen

Admin 27 Jul 2025 629

Oleh: Ermelinda Noh Wea

Vokalpublika.com Di negeri ini, ada banyak kisah yang tidak tertulis. Ia tidak terdengar di forum-forum mewah atau disorot oleh lensa kamera, tetapi hidup dan berdenyut dalam keseharian kita. Kisah-kisah itu milik orang-orang biasa yang menjalani hidup dengan keberanian luar biasa. Mereka adalah petarung sejati bukan karena gelar atau jabatan, tapi karena kegigihan mereka untuk tetap bermimpi, tetap percaya, dan tetap berjalan, bahkan ketika jalan itu gelap, sunyi, dan penuh duri.

Kita hidup dalam masa yang kerap membuat orang merasa kecil. kesenjangan, ketidakadilan, dan tekanan hidup membuat banyak orang kehilangan keberanian untuk bermimpi. Tapi di antara reruntuhan harapan itu, ada yang tetap berdiri tegak. Mereka yang menolak tunduk pada nasib. Mereka yang memilih untuk menyalakan cahaya kecil di dalam diri mereka dan berjalan dengan cahaya itu, seberapapun redupnya.

Dan dari merekalah, kita belajar bahwa sesungguhnya inti dari kehidupan bukanlah tentang siapa yang paling cepat sampai di garis akhir, tetapi siapa yang tetap melangkah, walau tertatih. Siapa yang masih percaya pada mimpinya, meski orang lain menganggapnya mustahil. Siapa yang bersedia menciptakan keajaiban dalam keheningan.

Mimpi yang bertahan dalam kesunyian.
Di sebuah desa di ujung timur Indonesia, ada anak kecil yang setiap pagi berjalan kaki sejauh lima kilometer hanya untuk bisa bersekolah. Ia tidak pernah tahu apakah besok akan tetap ada buku, atau apakah ia akan bisa lanjut ke jenjang berikutnya. Tapi ia tetap berjalan. Ia tetap belajar. Ia tetap bermimpi.

Baca juga:  Gaduh Soal Ujaran Kebencian Oleh TRANS7, Hamu Fauzi Ingatkan APH : Ujaran Kebencian Itu Delik Umum

Mimpi adalah sesuatu yang sangat sederhana namun sangat mendalam. Ia tidak membutuhkan ijin siapapun untuk hadir. Tapi ia membutuhkan keberanian luar biasa untuk dijaga. Di negeri ini, ribuan orang bermimpi di tengah kondisi yang nyaris membuat mereka berhenti percaya anak-anak dari keluarga miskin yang ingin jadi dokter, guru, atau arsitek. Petani yang ingin menguliahkan anaknya. Pedagang kecil yang ingin membuka toko yang lebih layak. Mereka bermimpi bukan untuk mewah, tapi untuk hidup lebih manusiawi.

Yang menyentuh dari mimpi mereka adalah kejujurannya. Bukan mimpi untuk bersaing, tetapi mimpi untuk bertahan, untuk memperbaiki, untuk membawa secercah harapan bagi orang-orang terdekat.

Kepercayaan yang tidak mudah patah. Jika mimpi adalah benih, maka keyakinan adalah tanah tempat ia bertumbuh. Keyakinan itulah yang menghidupi langkah-langkah kecil mereka. Para petarung sejati ini bukan orang-orang yang hidup dalam kelimpahan. Banyak dari mereka hidup dalam kekurangan. Tapi justru karena itulah mereka percaya. Mereka percaya, bukan karena segalanya mudah, tapi karena mereka tahu bahwa menyerah bukan pilihan.

Lihatlah para guru honorer yang terus mengabdi di sekolah-sekolah pelosok, dengan gaji tidak layak tapi tetap setia mendidik. Lihatlah para tenaga medis di desa terpencil yang berjalan berjam-jam hanya untuk mengunjungi satu pasien. Lihatlah para ibu yang bangun lebih pagi dan tidur lebih malam demi anak-anaknya bisa sekolah.

Baca juga:  Legenda Intelijen Indonesia yang Punya Jejak Erat dengan Partai Politik

Di wajah mereka, tidak ada sorotan. Tapi dalam mata mereka, ada tekad yang tidak tergoyahkan. Mereka percaya bahwa setiap langkah mereka punya makna. Bahwa kerja mereka tidak sia-sia. Bahwa hidup yang sederhana tetap bisa dijalani dengan penuh harga diri.

Tindakan kecil, dampak besar. Ada satu hal yang menjadi benang merah dari semua petarung sejati ini mereka tidak hanya bermimpi dan percaya, tapi juga bertindak. Tindakan mereka tidak besar, tidak bombastis, tidak viral. Tapi justru karena itulah ia tulus dan kuat.

Seorang ayah yang berjualan keliling sambil membaca buku di sela-sela waktu agar bisa ikut ujian paket C. Seorang mahasiswa yang kuliah sambil bekerja sebagai ojek daring, lalu mengirim uang untuk adiknya di kampung. Seorang perempuan difabel yang membuka tempat menjahit kecil dan mempekerjakan sesama penyandang disabilitas. Mereka tidak menunggu kesempatan datang. Mereka menciptakan jalan mereka sendiri, dengan tangan mereka sendiri.

Dan tindakan-tindakan itu, sekecil apapun, memberi dampak besar. Karena setiap upaya, betapapun sederhana, menginspirasi. Mereka adalah bukti nyata bahwa perubahan bukan monopoli mereka yang berkuasa, tetapi juga milik mereka yang berani bertindak.

Nilai yang harus dihidupkan kembali.
Hari ini, kita hidup dalam masyarakat yang terlalu sibuk mengejar pencapaian instan, terlalu cepat menghakimi kegagalan, dan terlalu mudah kehilangan empati. Maka kita perlu kembali belajar dari para petarung sejati negeri ini. Belajar tentang ketekunan. tentang kejujuran. tentang kesabaran. tentang harapan yang tidak pudar meski digerus waktu.

Baca juga:  Dewan Pers Desak Semua Pihak Hormati Kebebasan Pers, Terkait Pencabutan ID Card Wartawan CNN Indonesia

Nilai “Dream, Believe, and Make It Happen” bukan slogan motivasi kosong. Ia adalah prinsip hidup yang dibangun dari realitas, dari penderitaan, dari keringat dan air mata. Ia mengajarkan kita bahwa untuk berhasil, kita tidak perlu sempurna. Kita hanya perlu sungguh-sungguh.

Negeri ini dibangun oleh mimpi dan tindakan orang biasa.
Negeri ini tidak hanya dibangun oleh pidato-pidato besar, tetapi oleh kerja diam-diam orang biasa. Oleh para petarung sejati yang memilih untuk tidak menyerah. Yang memilih untuk tetap bermimpi, meski langit tampak mendung. Yang memilih untuk percaya, meski tidak ada jaminan. Yang memilih untuk bertindak, meski hasilnya tidak instan.

Jika kita ingin melihat masa depan Indonesia yang lebih baik, maka belajarlah dari mereka. Hormati perjuangan mereka. Dukung langkah mereka. Karena merekalah fondasi sejati bangsa ini. Merekalah yang menjaga nyala harapan agar tidak padam.

Dan mungkin, dalam diri kita masing-masing, ada bagian dari petarung itu. Tinggal apakah kita cukup berani untuk menghidupkannya

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
PAC Hanura Nongsa Salurkan Bantuan Al-Qur’an dan Yasin di Masjid Jabal Nur

Redaksi

13 Jan 2026

Batam, vokalpublika.com– Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kecamatan Nongsa, Kota Batam, menggelar kegiatan sosial keagamaan bagi umat Muslim di wilayah Kelurahan Batu Besar, RW 23, pada Selasa (13/1/2026). Kegiatan tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan berupa buku ayat suci Al-Qur’an, buku Yasin, dan buku Iqro yang dipusatkan di Masjid Jabal Nur Rohanelman, …

Kampanye Kreatif Oleh Babinsa Koramil Comal Kodim Pemalang: Sosialisasi Penerimaan CABA CATA PK Gel. I TA 2026 di SMK Nusantara

Alwi Assagaf

13 Jan 2026

Pemalang – Dalam rangka memberikan sosialisasi serta menumbuhkan minat generasi muda untuk mengabdi kepada bangsa dan negara melalui Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Babinsa Koramil 04/Comal Kodim 0711/Pemalang melaksanakan kampanye kreatif penerimaan Calon Bintara (CABA) dan Calon Tamtama Prajurit Karier (CATA PK) Gelombang I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di SMK Nusantara …

Kantor Pertanahan Kabupaten Dairi Serahkan Eviden dan Hasil Kegiatan PTSL Tahun 2025

Clara T S

13 Jan 2026

Dairi/Kantor Pertanahan Kabupaten Dairi melaksanakan penyerahan eviden dan hasil kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian ATR/BPN dalam mewujudkan kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanah bagi masyarakat. Program PTSL dilaksanakan sebagai upaya strategis pemerintah untuk mempercepat pendaftaran tanah secara sistematis, lengkap, dan transparan, …

Mengejutkan! Pohon Besar di Jalan KH. Ahmad Dahlan Tumbang Pada Malam Hari, Minim Penerangan

Alwi Assagaf

13 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Sebuah pohon beserta ranting terlihat tumbang dan berada di area tengah Jalan KH Ahmad Dahlan, Kabupaten Pemalang, pada malam hari. Senin (12/1/2026). Informasi mengenai peristiwa tersebut diketahui dari unggahan foto salah satu pengguna media sosial yang beredar di ruang digital. Dalam foto yang diunggah, tampak batang dan ranting pohon berada di badan …

Jalan Rusak Masih Jadi Momok Bagi Warga Pemalang: Selain Banyak Lobang, Saat Hujan Ancam Keselamatan

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Sebuah video yang beredar di media sosial menyoroti kondisi jalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab), di Desa Tambakrejo, Kabupaten Pemalang. Dalam unggahan vidio tersebut, pada Senin (12/1/2026), kondisi jalan tampak rusak parah dan dipenuhi lubang, sehingga menyita perhatian masyarakat. Video berdurasi 2 menit 18 detik itu memperlihatkan badan jalan yang mengalami kerusakan di …

Kodim 0810/Nganjuk Perkuat Sinergi dan Siap Dukung Pembangunan Daerah

Redaksi

12 Jan 2026

Vokalpublika.com- Nganjuk – Senin 12 Januari 2026 Komando Distrik Militer (Kodim) 0810/Nganjuk terus memperkuat sinergi dan kerja sama dengan berbagai elemen, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, maupun insan pers, guna menciptakan kondisi wilayah yang aman, kondusif, dan mendukung pembangunan di Kabupaten Nganjuk. Kodim 0810/Nganjuk menegaskan bahwa komunikasi yang baik, keterbukaan, serta koordinasi …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x