Home » Berita » Reklamasi Dipertanyakan: Untuk Rakyat atau Oligarki?

Reklamasi Dipertanyakan: Untuk Rakyat atau Oligarki?

Admin 21 Jul 2025 142

Jakarta,Vokalpublika.Com– Proyek reklamasi di berbagai wilayah Indonesia kembali menuai sorotan tajam. Meski sering diklaim sebagai langkah strategis untuk pembangunan ekonomi nasional, praktik reklamasi dinilai justru lebih banyak merugikan masyarakat dan lingkungan dibandingkan memberikan manfaat nyata.

Dalam artikel opini yang ditulis oleh Rahmat Mulyana, Associate INDEF sekaligus Dosen IAI Tazkia, terungkap bahwa reklamasi yang tersebar di berbagai daerah seperti Teluk Jakarta, Teluk Kupang, dan Pantai Utara Makassar, telah mengubah wajah pesisir Indonesia. Total luas reklamasi yang mencapai lebih dari 53 ribu hektare kini menjadi simbol eksklusivitas, monopoli, dan marginalisasi terhadap masyarakat pesisir.

Pelanggaran terhadap konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945, menjadi sorotan utama. Pemerintah dinilai memberikan Hak Guna Bangunan (HGB) kepada korporasi atas wilayah laut yang seharusnya menjadi ruang hidup bersama. Putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan bahwa laut tidak boleh dimiliki secara pribadi pun dianggap diabaikan.

Baca juga:  Angkot Sepi, Sopir Rute Pasar Modern – Cikokol Harap Perhatian Pemerintah

Nelayan Tergusur, Oligarki Menang

Reklamasi Teluk Jakarta menjadi contoh paling nyata dari ketimpangan tersebut. Sekitar 25.000 nelayan kehilangan mata pencaharian akibat hilangnya akses ke wilayah tangkap. Pendapatan mereka menurun drastis hingga 60 persen, sementara harga properti di pulau-pulau reklamasi melonjak tajam hingga Rp 100 juta per meter persegi.

Penelitian juga menunjukkan dampak lingkungan yang parah. Di Teluk Jakarta saja, 60% terumbu karang dan 70% hutan mangrove telah rusak, dengan kerugian ekologis ditaksir mencapai Rp 1,4 triliun per tahun. Di wilayah Kepulauan Riau, abrasi akibat pengerukan pasir menyebabkan penyusutan lahan di 24 pulau kecil, termasuk Pulau Nipah yang hilang hingga 60% luasnya.

Baca juga:  Situasi Menegang, Massa Minta Rekan Mereka yang Ditahan Dilepaskan

Korupsi Sistemik dan Regulasi Lemah

Investigasi KPK dan BPK mengungkap aliran dana mencurigakan senilai Rp 50 triliun dalam proyek reklamasi, sebagian besar terkait mark-up biaya, manipulasi AMDAL, dan suap dalam proses perizinan. Ironisnya, 60% proyek reklamasi nasional tidak memiliki dokumen AMDAL lengkap, membuka ruang lebar bagi pelanggaran hukum.

Rahmat Mulyana mendesak agar reformasi tata kelola reklamasi segera dilakukan. Ini mencakup pembentukan gugus tugas independen untuk audit menyeluruh, revisi UU No. 27/2007, program pemberdayaan masyarakat pesisir, hingga rehabilitasi ekosistem yang rusak.

Desakan Pembentukan Pansus DPR

Baca juga:  Reklamasi: Antara Kemajuan Kota dan Tanggung Jawab Lingkungan

Lebih lanjut, pembentukan Panitia Khusus (Pansus) di DPR dinilai sangat mendesak untuk menyelidiki berbagai penyimpangan dalam proyek reklamasi, khususnya yang terjadi di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Fokusnya adalah membongkar proses perizinan, aliran dana mencurigakan, hingga dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan.

“Reklamasi untuk siapa?” – pertanyaan ini kini menggema di tengah publik. Tanpa reformasi mendasar dan keberpihakan nyata pada rakyat, reklamasi dikhawatirkan hanya akan menjadi alat eksploitasi sumber daya oleh oligarki, sekaligus memperlebar jurang ketimpangan di negeri ini.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Tags :
Related post
Mengejutkan! Pohon Besar di Jalan KH. Ahmad Dahlan Tumbang Pada Malam Hari, Minim Penerangan

Alwi Assagaf

13 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Sebuah pohon beserta ranting terlihat tumbang dan berada di area tengah Jalan KH Ahmad Dahlan, Kabupaten Pemalang, pada malam hari. Senin (12/1/2026). Informasi mengenai peristiwa tersebut diketahui dari unggahan foto salah satu pengguna media sosial yang beredar di ruang digital. Dalam foto yang diunggah, tampak batang dan ranting pohon berada di badan …

Jalan Rusak Masih Jadi Momok Bagi Warga Pemalang: Selain Banyak Lobang, Saat Hujan Ancam Keselamatan

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Sebuah video yang beredar di media sosial menyoroti kondisi jalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab), di Desa Tambakrejo, Kabupaten Pemalang. Dalam unggahan vidio tersebut, pada Senin (12/1/2026), kondisi jalan tampak rusak parah dan dipenuhi lubang, sehingga menyita perhatian masyarakat. Video berdurasi 2 menit 18 detik itu memperlihatkan badan jalan yang mengalami kerusakan di …

Dukung Program Nasional, Koramil 12/Watukumpul Kodim 0711/Pemalang Turun Langsung Lakukan Pendampingan Penyiapan Lahan KDKMP

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Dalam rangka mendukung program nasional penguatan ekonomi desa, Koramil 12/Watukumpul Kodim 0711/Pemalang Korem 071/Wijayakusuma melaksanakan pendampingan kegiatan Pembukaan Penyiapan Lahan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang bertempat di Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Senin (12/01/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Danramil 12/Watukumpul Kapten Inf Mulyo Hartono, didampingi Babinsa Desa Jojogan Serka …

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Akibatkan Dua Rumah Warga Tambakrejo – Pemalang Rusak

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Pemalang pada Jumat sore, (9/1/2026). Dampak peristiwa tersebut menyebabkan dua rumah warga di Dukuh Sumberharjo, RT 03 RW 07, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang, mengalami kerusakan bagian atap dan bangunan. Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Pemalang, kejadian …

Jalan Desa Kalisaleh – Belik Pemalang Rusak Bertahun-tahun! Minim Penerangan, Warga Dihimbau Hati-hati

Alwi Assagaf

12 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Kondisi jalan Desa Kalisaleh, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, memerlukan perhatian serius. Sejumlah titik jalan mengalami kerusakan parah dan berlubang, sementara fasilitas penerangan jalan masih sangat minim. Kerusakan ini telah berlangsung bertahun-tahun, sehingga menimbulkan kesulitan bagi warga dan pengendara yang melewati jalan tersebut. Informasi mengenai kondisi jalan ini muncul melalui video unggahan salah …

Peringati Hari Desa Nasional 2026, Ribuan Warga Pemalang Meriahkan Jalan Sehat dan Senam Pagi Bersama Bupati

Alwi Assagaf

11 Jan 2026

Pemalang, Vokalpublika.com – Pagi semangat ribuan warga meriahkan jalan sehat dan senam pagi di udara yang sejuk. Gelora Krida Muda, Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan. Minggu (11/1/2026), dipenuhi gelak tawa dan semangat warga Kabupaten Pemalang. Ribuan peserta dari berbagai wilayah berkumpul mengikuti kegiatan jalan sehat dan senam bersama untuk memperingati Hari Desa Nasional. Warna-warni pakaian olahraga, …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x