Home » Advertorial » Delphi Masdiana Ujung Soroti TPPO, Kekerasan Anak dan Perkawinan Dini dalam Rakor Lintas Sektor DP3AP2KB Dairi

Delphi Masdiana Ujung Soroti TPPO, Kekerasan Anak dan Perkawinan Dini dalam Rakor Lintas Sektor DP3AP2KB Dairi

Clara T S 23 May 2026 159

DAIRI || vokalpublika.com

Advertisement
ADVERTISEMENT

Tokoh perempuan Kabupaten Dairi sekaligus Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI), Delphi Masdiana Ujung, tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Pertemuan Koordinasi dan Kerja Sama Lintas Sektor yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Dairi, Jumat (22/5/2026), di Gedung Puspaga Jalan KB Sidikalang.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Dairi, dr. Nitawati Sitohang, dan dihadiri berbagai unsur lintas sektor, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, hingga pemerhati anak.

Dalam paparannya, Delphi Masdiana Ujung menyoroti sejumlah persoalan serius yang masih menjadi ancaman terhadap perempuan dan anak, di antaranya kekerasan terhadap anak (KTP), anak berhadapan dengan hukum (ABH), perkawinan anak, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sebagai praktisi hukum sekaligus aktivis perempuan, Delphi menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak dapat dianggap sebagai masalah biasa karena menyangkut masa depan generasi bangsa serta perlindungan hak asasi manusia.

Baca juga:  ​Perkuat Soliditas, Kodim 0711/Pemalang Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H

“Kekerasan terhadap anak meninggalkan trauma panjang, bukan hanya secara fisik tetapi juga psikologis. Anak-anak yang seharusnya tumbuh dalam lingkungan aman justru menjadi korban karena lemahnya pengawasan, edukasi, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kasus anak berhadapan dengan hukum juga perlu ditangani secara humanis dan mengedepankan pendekatan perlindungan serta pembinaan, bukan semata-mata penghukuman.

“Anak yang berhadapan dengan hukum sejatinya tetap memiliki hak untuk dilindungi, dibina, dan diberi kesempatan memperbaiki masa depannya. Pendekatan restoratif menjadi penting agar anak tidak kehilangan arah hidup,” katanya.

Delphi juga menaruh perhatian serius terhadap tingginya risiko perkawinan anak yang dinilai berdampak besar terhadap pendidikan, kesehatan, serta kondisi sosial ekonomi keluarga.

Menurutnya, perkawinan usia dini berpotensi meningkatkan angka putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, hingga kemiskinan struktural.

“Anak-anak perempuan harus diberi ruang untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-cita. Jangan sampai masa depan mereka terhenti karena perkawinan dini,” tegasnya.

Baca juga:  Kapolres Nagekeo Dorong Sinergi Stakeholder Wujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional

Dalam kesempatan itu, Delphi Masdiana Ujung secara khusus menyoroti bahaya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menurutnya kini semakin kompleks dan sering menyasar perempuan maupun anak melalui berbagai modus.

Ia menjelaskan bahwa minimnya literasi hukum, tekanan ekonomi, dan rendahnya pengawasan sosial sering dimanfaatkan oleh pelaku perdagangan orang untuk merekrut korban dengan iming-iming pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.

“TPPO adalah kejahatan kemanusiaan. Banyak korban direkrut dengan janji pekerjaan layak, namun berakhir pada eksploitasi, kekerasan, bahkan kehilangan kebebasan. Karena itu masyarakat harus lebih waspada,” ungkapnya.

Sebagai praktisi hukum, Delphi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus perempuan dan anak.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Baca juga:  Aliansi Rakyat Miskin Kota Melakukan Aksi Menuntut Walikota dan Istri Diperiksa

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlindungan perempuan dan anak membutuhkan kepedulian bersama. Edukasi harus diperkuat mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sosial,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Dairi, dr. Nitawati Sitohang, menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Dairi.

Ia berharap melalui forum tersebut tercipta kesamaan persepsi serta langkah konkret dalam menangani berbagai persoalan sosial yang menyangkut perempuan dan anak.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab terkait strategi pencegahan kekerasan, perlindungan hukum terhadap anak, hingga penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah TPPO dan perkawinan usia dini di Kabupaten Dairi.

(clara)

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)

FIFA World Cup 2026

Pesta Sepak Bola Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat

0 Hari
0 Jam
0 Menit
0 Detik

48 Negara | 11 Juni - 19 Juli 2026

Related post
Berantas Narkobanya, Jangan Matikan Ekonomi Batam: PSI Lubuk Baja Dorong Penindakan Tegas dan Kepastian Usaha

Redaksi

25 Aug 2026

Vokalpublika.com— Penindakan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terhadap sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Kota Batam dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian publik. ADVERTISEMENT Menyikapi hal tersebut, Ketua PSI Lubuk Baja Edy Putra menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkotika harus didukung penuh. Namun, penegakan hukum juga perlu dilakukan secara proporsional dan terukur agar tidak menimbulkan …

Polri Bersama Tim SAR Cari Tiga Wisatawan yang Terseret Arus di Karangpapak

Redaksi

25 Aug 2026

Vokalpublika.com – BANDUNG – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Garut bersama anggota Polsek Cikelet, Balawista, nelayan, serta masyarakat melaksanakan Search and Rescue (SAR) terhadap tiga wisatawan yang terseret arus di perairan Pantai Karangpapak, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Selasa (25/8/2026). ADVERTISEMENT Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Ketiga wisatawan tersebut diketahui sedang berenang …

Polda Jabar Imbau Masyarakat Tak Termakan Ajakan Mobilisasi Demo 27 Agustus 2026

Redaksi

25 Aug 2026

BANDUNG, (FRIC) – Rencana aksi unjuk rasa pada 27 Agustus 2026, Polda Jawa Barat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun ajakan mobilisasi yang beredar di media sosial. ADVERTISEMENT Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, …

Tekan Penggunaan Knalpot Brong, Satlantas Polres Kuningan Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas

Redaksi

25 Aug 2026

KUNINGAN, 25 Agustus 2026 — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan terus mengintensifkan langkah preemtif dan preventif guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), khususnya di wilayah Kecamatan Ciawigebang. ADVERTISEMENT Salah satu perhatian utama kepolisian adalah masih adanya potensi pelanggaran lalu lintas, termasuk penggunaan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis atau …

Kapolresta Tanjungpinang Pimpin Sertijab Kapolsek Kawasan Bandara RHF Polresta Tanjungpinang

Redaksi

25 Aug 2026

Vokalpublika.comTanjungpinang – Kapolresta Tanjungpinang memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Kawasan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Polresta Tanjungpinang yang dilaksanakan di Lapangan Bhayangkara Polresta Tanjungpinang, Senin (24/08/2026). ADVERTISEMENT Dalam upacara tersebut, jabatan Kapolsek Kawasan Bandara RHF diserahterimakan dari pejabat lama Iptu Florensia Nirmala Widya Pertiwi, S.Tr.K. kepada pejabat baru Ipda Nelly Novianti Br Simatupang, …

Buntut Dugaan Pungli dan PKL di Plaza Patriot Semrawut, 5 Pejabat Pemkot Bekasi Dinonaktifkan

Redaksi

25 Aug 2026

BEKASI, vokalpublika.com– Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengambil langkah tegas menyikapi dugaan pungutan liar (pungli) dan semrawutnya penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Plaza Patriot Chandrabhaga. ADVERTISEMENT Lima pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk sementara dinonaktifkan dari tugasnya. Kebijakan tersebut diambil setelah Walikota melakukan sidak pada Sabtu (22/8) malam di …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x