Home » Berita » GMBI Temukan Dugaan Proyek Asal Jadi hingga Alamat Kantor Pemenang Tender Fiktif di Pesibar

GMBI Temukan Dugaan Proyek Asal Jadi hingga Alamat Kantor Pemenang Tender Fiktif di Pesibar

admin 03 Jan 2026 255

Pesisir Barat, Vokalpublika.com – LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Pesisir Barat mengindikasikan adanya dugaan proyek asal jadi serta alamat kantor pemenang tender yang diduga fiktif pada kegiatan di Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Barat. Temuan tersebut disampaikan pada Sabtu, 3 Januari 2025.

Temuan ini bermula saat tim LSM GMBI Distrik Pesisir Barat menerima laporan masyarakat terkait proyek Peningkatan Jalan Gedung Cahya Kuningan hingga SP4 Ngambur. Dari hasil peninjauan langsung ke lapangan, GMBI menemukan kualitas pengerjaan proyek yang dinilai jauh dari standar.

Ketua LSM GMBI Pesisir Barat, Beni Setiawan, mengatakan bahwa lapisan aspal yang baru digelar sekitar dua hari sudah mengalami kerusakan.“Aspal sudah retak-retak, mengelupas, bahkan bergelombang. Sesuai perkiraan awal, kualitasnya pasti tidak akan bertahan lama,” ujarnya.

Baca juga:  GMBI Pesisir Laporkan Dugaan Korupsi Pekon Ulok Mukti ke Kejaksaan, Nilainya Fantastis

Menurut Beni, sejak awal pihaknya sudah mencurigai proses pengerjaan proyek tersebut, terutama pada tahap pekerjaan Base A yang diduga dikerjakan asal jadi.

“Base A terlihat tidak padat dan bercampur tanah. Akibatnya, jalan menjadi licin dan bergelombang, sehingga banyak warga yang melintas terjatuh,” jelasnya.

Ia juga menyoroti proses pengaspalan yang dinilai tidak sesuai prosedur. Berdasarkan keterangan warga, pada pagi hari jalan belum diaspal, namun pada siang hari pengaspalan sudah selesai dilakukan.

“Pengaspalannya seperti proyek di cerita dongeng, sangat cepat. Pantas saja aspalnya tidak melekat,” kata Beni.

Baca juga:  Danramil 05/Ulujami : Kami Memiliki Tanggung Jawab Moral dan Tugas Pokok Untuk Mengawasi Serta Memastikan MBG Berjalan Baik dan Tepat Sasaran

Beni menambahkan, seharusnya sebelum pengaspalan dilakukan prime coat agar aspal dapat menempel dengan kuat dan merata, dengan waktu tunggu minimal dua jam hingga 24 jam.

“Saat dicek, Base A masih basah dan tidak ditemukan perekat atau prime coat. Itu sebabnya aspal cepat retak dan mengelupas,” tegasnya.

Kondisi lapisan aspal pada proyek Peningkatan Jalan Gedung Cahya Kuningan–SP4 Ngambur yang baru digelar namun sudah terlihat retak dan mengelupas, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Jum’at (2/1/2026).

Sementara itu, Sekretaris LSM GMBI Pesisir Barat, Salda Andala, mengungkapkan temuan lain terkait dugaan alamat fiktif perusahaan pemenang tender proyek tersebut yang bernilai sekitar Rp3,456 miliar.

Perusahaan pemenang tender diketahui bernama CV Putra Palapa, dengan alamat terdaftar di Perum Rajabasa Permai Blok H Nomor 32–34, Rajabasa, Bandar Lampung.

“Saya bersama tim sudah menelusuri lokasi tersebut. Berdasarkan keterangan warga, Blok H hanya sampai nomor 6. Tidak ada nomor 32 apalagi 34,” ungkap Salda.

Baca juga:  Dandim 0711/Pemalang Resmi Buka Military Expo Kabupaten Pemalang 2025

Atas temuan tersebut, LSM GMBI Distrik Pesisir Barat berencana melakukan klarifikasi resmi ke Dinas PUPR Kabupaten Pesisir Barat dan BPK Perwakilan Provinsi Lampung, serta melanjutkan laporan ke Kejaksaan Tinggi Lampung.

“Jika proses verifikasi perusahaan benar-benar dijalankan sesuai aturan, seharusnya alamat CV Putra Palapa sudah dinyatakan valid. Namun fakta di lapangan menunjukkan alamat tersebut tidak ditemukan,” pungkasnya.

Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Update nilai tukar beberapa mata uang
USD
USD
Beli
16.365,00
Jual
16.425,00
Sumber: BCA e-Rate (data dapat berubah)
Slider Foto Otomatis
Related post
​OPINI: Menyoal Moralitas “Penumpang Gelap” di Balik Karya Jurnalistik

Alwi Assagaf

28 Apr 2026

Oleh: Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) ​Sebuah karya jurnalistik lahir dari proses yang panjang dan berisiko. Mulai dari menampung laporan masyarakat, melakukan investigasi lapangan, hingga verifikasi data demi mengungkap kebenaran dan menyelamatkan uang negara. Namun, ironi besar kini tengah melanda profesi kita. ​Fakta di lapangan menunjukkan fenomena miris: munculnya oknum-oknum yang mengaku sebagai rekan seprofesi, …

Carut Marut Infrastruktur WiFi di Pemalang: AWPB Soroti Lemahnya Pengawasan dan Potensi Kebocoran PAD

Alwi Assagaf

27 Apr 2026

PEMALANG – Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) mendesak Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk bersikap transparan terkait pemanfaatan Ruang Milik Jalan (Rumija) untuk tiang kabel fiber optik (WiFi). AWPB mengindikasikan adanya praktik bisnis jaringan internet “gelap” yang mengabaikan prosedur perizinan dan merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). ​Secara regulasi, pemasangan sarana komersial di lahan pemerintah wajib memiliki izin …

​Gotong Royong Kodim Pemalang dan Masyarakat Bangun Jembatan Penghubung Belik-Randudongkal

Alwi Assagaf

27 Apr 2026

PEMALANG, Vokalpublika.com – Personel Kodim 0711/Pemalang melalui Koramil 11/Belik bersama warga Desa Sikasur melaksanakan gotong royong pembangunan Jembatan Garuda di atas Sungai Dauan, Senin (27/4/2026). Infrastruktur ini dibangun untuk menghubungkan Desa Sikasur (Kecamatan Belik) dengan Desa Karangmoncol (Kecamatan Randudongkal). Jembatan dengan dimensi panjang 50 meter dan lebar 1,2 meter tersebut saat ini memasuki tahap pengerjaan …

Ketum GHLHI Soroti Menteri Lingkungan Hidup Baru, Desak Penegakan Hukum Tegas di Tengah Krisis Lingkungan Nasional

Redaksi

27 Apr 2026

Jakarta, vokalpublika.com – Ketua Umum DPP Gugus Hukum Lingkungan Hidup Indonesia (GHLHI), Bakti Lubis, menyoroti penunjukan Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup, dengan menekankan pentingnya langkah tegas dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan. Dalam keterangannya, Bakti Lubis menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar agar kepemimpinan baru di sektor lingkungan hidup mampu menghadirkan perubahan nyata di …

Mengungkap Tabir Proyek Rp25 Miliar di Pesisir Barat: Dugaan Penyimpangan hingga Minim Pengawasan, Mutu Pendidikan Terancam

Redaksi

27 Apr 2026

Pesisir Barat, Vokalpublik.com – Proyek Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk renovasi dan rehabilitasi madrasah di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, dengan nilai mencapai Rp25,48 miliar, kini menjadi sorotan serius. Program yang digulirkan pemerintah pusat melalui kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk Tahun Anggaran 2025–2026 itu diduga menyisakan sejumlah …

Iuran Sampah Dipertanyakan Respons Desa Kaduagung Belum Menyeluruh

Redaksi

27 Apr 2026

Kuningan, vokalpublika.com— Polemik pengelolaan sampah di Desa Kaduagung, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, masih menyisakan tanda tanya. Selain dugaan praktik pembakaran sampah secara terbuka, transparansi penggunaan iuran kebersihan sebesar Rp10 ribu per rumah tangga juga menjadi sorotan. Permasalahan ini mencuat setelah awak media menerima keluhan warga terkait masih berlangsungnya pembakaran sampah di lingkungan desa, meski masyarakat …

Sumber Informasi Vokalpublika.com
x
x